Rupiah Menguat ke Rp17.980 per Dolar AS, Ditopang Data Cadangan Devisa yang Akhirnya Naik Setelah 6 Bulan

Penulis: Ahmad Syukri  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 18:51:01 WIB
Rupiah menguat ke Rp17.980 per dolar AS didukung kenaikan cadangan devisa pada Juni 2026.

JAKARTA — Rupiah berhasil membalikkan tren pelemahan setelah Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS. Angka ini naik 700 juta dolar AS dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang sebesar 144,9 miliar dolar AS.

Kenaikan cadev tersebut, menurut Analis Doo Financial Futures Lukman Leong, menjadi katalis utama penguatan rupiah di tengah tekanan pasar global. “Rupiah menguat merespons data cadev yang naik untuk pertama kali dalam 6 bulan,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Pajak dan Jasa Jadi Penopang, Namun Utang Juga Menggerus

BI menjelaskan bahwa peningkatan cadev pada Juni 2026 terutama disumbang oleh penerimaan pajak dan jasa. Namun, kenaikan ini terjadi di tengah dua beban besar: pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang terus dilakukan BI untuk meredam gejolak pasar keuangan global.

Meski naik, posisi cadev saat ini setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor, atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Investor Masih Wait and See, Tiga Data Domestik Jadi Penentu Pekan Ini

Lukman menambahkan, penguatan rupiah mungkin belum berlanjut signifikan dalam waktu dekat. Pelaku pasar cenderung menahan diri dan mengantisipasi rilis dua data ekonomi domestik pada Rabu dan Kamis pekan ini, yaitu penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen.

“Indeks dolar AS sendiri terpantau range-bound, dengan investor wait and see menantikan risalah pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) besok,” ungkap Lukman.

Di sisi lain, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI pada hari yang sama juga ikut menguat ke level Rp17.988 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.999 per dolar AS.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top