JAMBI — Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Jambi mulai nyata. Sepanjang semester pertama 2026, Satelit Aqua Terra dan Suomi NPP mendeteksi 1.463 titik panas. Luas lahan yang terbakar mencapai 137,72 hektare, dengan Kabupaten Sarolangun mencatatkan area terluas yakni 44,90 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah menyatakan, 81 posko yang tersebar di seluruh wilayah rawan bukan hanya garda respons kebakaran. "Posko juga melakukan patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, hingga melaporkan setiap temuan titik api secara cepat," ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Data BPBD menunjukkan 451 dari total 1.463 titik panas berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Disusul Muaro Jambi dengan 339 titik, Sarolangun 199 titik, dan Merangin 138 titik. Kota Sungai Penuh menjadi daerah dengan titik panas paling sedikit, hanya satu titik.
Luas kebakaran di Tanjung Jabung Barat mencapai 33,40 hektare, sementara Batang Hari mencatat 36,42 hektare. Tebo dan Muaro Jambi masing-masing kehilangan 2,50 hektare dan 1,70 hektare lahannya akibat api.
Setiap posko diperkuat sedikitnya 10 personel dari TNI, Polri, BPBD, BNPB, Manggala Agni, dan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka dilengkapi peralatan pendukung untuk pemadaman awal.
Seluruh laporan dari 81 posko akan diteruskan secara berjenjang ke Posko Induk di Korem 042/Garuda Putih dan Posko Udara di Bandara Sultan Thaha Jambi. Kedua posko itu menjadi pusat pengendalian operasi jika api mulai meluas.
BPBD memperkirakan Juli menjadi awal puncak musim kemarau yang dipengaruhi menguatnya El Nino. Kondisi ini diprediksi berlangsung hingga akhir September, bahkan berpotensi berlanjut sampai Oktober 2026. Risiko kebakaran hutan dan lahan dipastikan semakin tinggi seiring udara kering dan tanah yang mudah terbakar.
Bachyuni menegaskan keberhasilan pencegahan tidak hanya bergantung pada kesiapan personel. "Kami mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar bisa ditangani sebelum berubah menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan," tutupnya.