Gubernur Jambi dan Bupati Kerinci Hadir di Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Warga Sampaikan Keluhan Banjir

Penulis: Faisal Zuber  •  Senin, 06 Juli 2026 | 13:21:12 WIB
Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Kerinci Monadi hadir dalam Kenduri Sko Lima Desa di Tanjung Pauh Mudik.

KERINCI — Perhelatan adat Kenduri Sko Lima Desa di Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, berlangsung meriah pada Minggu (5/7/2026) sore. Gubernur Jambi Al Haris yang bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam hadir bersama istri, Hj. Hesnidar Haris, serta Bupati Kerinci Monadi dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin.

Ribuan warga tumpah ruah di Lapangan Bola Kaki Bukit Pulai. Momentum yang digelar setengah dekade sekali ini menjadi ajang berkumpulnya anak jantan dan anak batino yang pulang ke kampung halaman.

Janji Gubernur Soal Banjir dan Infrastruktur

Di sela-sela acara, warga menyampaikan keluhan terkait ancaman banjir dan kondisi infrastruktur di Tanjung Pauh Mudik. Menanggapi hal itu, Gubernur Al Haris berjanji akan memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait untuk segera mengkaji persoalan tersebut.

“Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pusat. Kalau perlu, kami tangani secara bertahap dari anggaran provinsi. Meski pelan-pelan, insya Allah akan kami upayakan,” tegasnya di hadapan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan nyata, gubernur menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi senilai Rp25 juta untuk lima desa di Tanjung Pauh Mudik.

Kenduri Sko: Merawat Sejarah dan Identitas

Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar pesta budaya. Perayaan ini menjadi momentum merawat sejarah, adat istiadat, dan identitas masyarakat Kerinci.

“Hidup dengan sejarah panjang, budaya, kemudian juga adat istiadat yang hari ini kita kumpulkan di lima tahun sekali,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi berkala ini menjadi kesempatan istimewa untuk menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur agar tetap diwariskan ke generasi mendatang.

Bupati Monadi: Jaga Adat, Waspadai Judi Online dan Narkoba

Bupati Kerinci Monadi mengajak masyarakat menjaga pusat-pusat adat yang menjadi identitas dan kekuatan sosial. Ia mengapresiasi kekayaan ungkapan adat yang masih terpelihara, mulai dari Iyo-Iyo, Nek Mamak, Depati, hingga Kato Melimpah.

“Adat lamo, pusako, dan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang merupakan identitas dan kekuatan sosial kita. Kita harus bersama-sama menjaganya,” ujar Monadi.

Di sisi lain, ia mengingatkan tantangan zaman. Perkembangan teknologi menghadirkan kemudahan sekaligus ancaman, seperti judi online dan narkotika yang dapat merusak sendi keluarga.

“Kepada para orang tua, khususnya anak batino dan anak jantan di Tanjung Pauh, tunjukkan teladan yang baik. Ajarkan mereka kearifan lokal, disiplin, serta kemampuan menghadapi godaan teknologi,” pungkasnya.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: jambitv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top