Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Umar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman para pendidik terhadap nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam menanamkan ideologi tersebut kepada generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
"Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini kami berharap para pendidik semakin memahami dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran di sekolah," kata Umar dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik. Penguatan ideologi Pancasila menjadi aspek krusial untuk mencetak generasi yang berintegritas, cinta tanah air, dan memiliki semangat persatuan.
Kepala BPIP RI, Yudian Wahyudi, dalam materinya menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafal, melainkan harus diinternalisasi dalam keseharian. Ia menyebut guru sebagai ujung tombak dalam mewariskan nilai-nilai luhur bangsa kepada para siswa.
"Pancasila bukan hanya untuk dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus dihidupkan dalam perilaku sehari-hari. Guru memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai gotong royong, toleransi, persatuan, dan cinta tanah air kepada para siswa," ujar Yudian di hadapan peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan global dan pesatnya perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan untuk terus memperkuat karakter kebangsaan. BPIP, kata dia, akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan agar pembinaan ideologi Pancasila berjalan berkelanjutan.
Kegiatan bertema "Meneguhkan Pancasila Sebagai Ideologi Negara Menuju Indonesia Raya" ini diikuti oleh para guru dari berbagai jenjang pendidikan di Provinsi Jambi. Selain sesi dari Kepala BPIP, peserta juga mendapatkan materi mengenai penguatan wawasan kebangsaan dan implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah.
Para pendidik juga dibekali strategi pembelajaran yang mampu membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai luhur bangsa Indonesia. Sosialisasi ini diharapkan mampu menjadi fondasi bagi para guru untuk menanamkan ideologi Pancasila secara lebih efektif di ruang kelas.