Gubernur Jambi Al Haris Dianugerahi Gelar Adat Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh di Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:25:01 WIB
Gubernur Jambi Al Haris menerima gelar adat Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh di Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH — Gubernur Jambi yang telah bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam itu mendapat kehormatan baru dari para pemangku adat Enam Luhah. Gelar Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh diberikan dalam rangkaian Kaluhoi Clak Kaluhoi Piagaeng, Kaluhoi Adeak, Kaluhoi Sko Enam Luhah Sungai Penuh yang mengusung tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab”.

Tidak hanya Gubernur Al Haris, sejumlah kepala daerah juga menerima gelar adat pada kesempatan yang sama. Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH dianugerahi gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sungei Pnoh, Bupati Kerinci Monadi mendapat gelar Depati Sinar Bumi Sakti, dan Sekda Kota Sungai Penuh Alpian menyandang gelar Depati Setiawan Negroi Sungai Pnoh.

Pesan Gubernur: Adat dan Agama Saling Menguatkan

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris mengingatkan bahwa modernisasi di Kota Sungai Penuh tidak boleh menghilangkan adat istiadat lokal. Ia menekankan bahwa adat bagi masyarakat setempat bukan sekadar tradisi, melainkan cara memahami hidup dan menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

“Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah menunjukkan adat dan agama saling menguatkan,” ujar Gubernur Al Haris di hadapan para sesepuh dan tokoh adat yang hadir.

Gubernur yang datang bersama isteri Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris) juga menyoroti momentum bersejarah pelaksanaan kenduri sko kali ini. Kegiatan serupa terakhir digelar sekitar 18–19 tahun lalu ketika Sungai Penuh masih menjadi bagian dari Kabupaten Kerinci. Kini, setelah berstatus kota, tradisi itu dihidupkan kembali untuk mengobarkan semangat pelestarian adat di kalangan generasi muda.

Ajakan Bersatu dan Peran Simbol Adat

Gubernur Al Haris memuji peran para sesepuh dan nenek-nenek yang hadir dalam menghidupkan kembali tradisi setempat. Semangat kebersamaan itu, menurutnya, harus menjadi penangkal perpecahan akibat isu politik atau kontestasi pilkada. “Kita ini satu, kita satu Sakti Alam Kerinci,” ucapnya, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu membangun daerah.

Ia juga mengapresiasi hubungan harmonis antara Wali Kota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci yang dinilai berkualitas dan tidak menimbulkan persaingan antar-daerah. Sinergi semacam ini, kata Gubernur, justru mendukung upaya memajukan masing-masing daerah.

Di akhir sambutannya, Gubernur Al Haris mengimbau agar rumah adat dan empat jenis simbol adat segera diambil alih dan dibina oleh Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci. Pengelompokan ini diharapkan menjaga kesinambungan adat serta memastikan simbol-simbol tradisi tetap menjadi bagian dari pembangunan daerah.

Dukungan Penuh Pemkot untuk Agenda Budaya Unggulan

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menyatakan Pemerintah Kota Sungai Penuh mendukung penuh penyelenggaraan kenduri sko 2026. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen diharapkan mampu menjadikan kegiatan ini sebagai agenda budaya unggulan yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata budaya.

“Melalui kenduri sko, masyarakat tidak hanya mempertahankan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, musyawarah, penghormatan kepada leluhur, serta falsafah adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah,” pungkas Wali Kota Sungai Penuh.

Berbagai kesenian tradisional turut memeriahkan pergelaran Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh 2026 yang diharapkan berlangsung sukses, khidmat, dan memperkuat eksistensi budaya daerah di tingkat nasional.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: bitnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top