SUNGAI PENUH — Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Al Haris menekankan bahwa keberhasilan belajar membaca Al Quran sangat bergantung pada metode pengajaran yang tepat. Ia menyebut, metode yang mudah dipahami dan diingat akan mempercepat proses belajar siswa di sekolah masing-masing.
Pelatihan ini menggunakan metode belajar mandiri 30 menit bisa membaca Al Quran yang dikembangkan oleh Achmad Farid Hasan, seorang pendidik sekaligus pencipta metode cara cepat membaca Al Quran. Materi disampaikan oleh narasumber dan fasilitator yang ditunjuk langsung oleh TP PKK.
"Kita hadir untuk membangkitkan semangat gerakan belajar Al Quran, pelatihan kali ini diberikan kepada guru tingkat SLTA," kata Hesnidar Al Haris di Kota Sungai Penuh, Sabtu.
Hesnidar menjelaskan, upaya ini tidak hanya menyasar guru, tetapi juga bertujuan memperkuat akses pembelajaran Al Quran di tingkat keluarga dan komunitas. Ia mendorong pola pembinaan yang berkelanjutan agar setiap anak dan anggota keluarga memiliki kesempatan belajar membaca ayat suci dengan metode yang efektif dan menyenangkan.
"Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar membaca Al Quran," tegasnya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari pelaksanaan lima pilar pembangunan daerah Provinsi Jambi, salah satunya Pro Jambi Agamis. Hesnidar menegaskan, melalui pelatihan ini para guru agama diharapkan mampu menularkan teknik pengajaran secara langsung di sekolah masing-masing.
"Pelatihan ini diharapkan memberi keterampilan praktis kepada guru agama agar dapat menularkan metode pembelajaran cepat kepada siswa, sehingga kecintaan dan kemampuan membaca Al Quran meningkat secara merata di seluruh provinsi," pungkasnya.