MUKDAHAN — Peristiwa nahas itu bermula ketika sekelompok biksu yang terdiri dari 34 orang tengah melakukan perjalanan ziarah kaki dari Provinsi Mukdahan menuju Provinsi Ubon Ratchathani. Mereka berjalan di pinggir jalan di wilayah Mueang saat sebuah mobil bak terbuka tiba-tiba menabrak rombongan dari arah belakang.
Otoritas setempat melaporkan bahwa lima orang biksu tewas seketika di tempat kejadian. Tiga biksu lainnya menyusul wafat saat dalam perawatan di rumah sakit. Selain korban jiwa, tujuh biksu lainnya dilaporkan menderita luka parah, sementara 20 orang lainnya selamat dengan luka ringan.
Pihak kepolisian setempat mengungkapkan bahwa pengemudi mobil tersebut adalah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Pelaku disebut membawa lari mobil bak terbuka milik ayahnya tanpa izin dan tengah dalam perjalanan menuju kota sebelum akhirnya menabrak rombongan biksu di tengah jalan.
Seorang polisi lalu lintas yang kebetulan melintas di lokasi kejadian setelah tabrakan terjadi melaporkan pemandangan memilukan. Ia melihat sejumlah biksu tergeletak terluka dan warga setempat mulai berkerumun membantu. Petugas tersebut segera berkoordinasi dengan kepolisian setempat, rumah sakit, dan regu penyelamat untuk memberikan pertolongan pertama kepada para korban.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan terkait insiden tabrakan maut tersebut masih terus berlangsung oleh otoritas Thailand. Belum ada pernyataan resmi mengenai langkah hukum terhadap anak di bawah umur yang menjadi pengemudi dalam kecelakaan ini.