Kenduri Swarnabhumi, festival kebudayaan terbesar di Jambi, sudah berlangsung sejak 2019. Acara ini bukan sekadar panggung musik—ada ritual tepung tawar di tepi Sungai Batanghari yang melibatkan puluhan tetua adat. Lokasinya di kawasan Tanggo Rajo, Kecamatan Danau Teluk, sekitar 20 menit dari Bandara Sultan Thaha. Pengunjung bisa ikut memegang dulang berisi beras kuning dan bunga, simbol tolak bala khas Melayu Jambi.
Festival ini digelar setiap Oktober di sepanjang bantaran Sungai Batanghari, tepatnya di Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Teluk. Puncak acara adalah prosesi memandikan benda pusaka dan doa bersama yang dipimpin oleh Datuk Rio, pemangku adat Kerinci. Tahun 2025 lalu, acara ini menarik 8.000 pengunjung dalam dua hari.
Tips: Datang sebelum pukul 08.00 WIB untuk mendapat posisi terbaik di dermaga. Tidak ada biaya masuk. Bawa alas duduk karena area tribun terbatas.
Lomba perahu dayung sepanjang 500 meter ini sudah menjadi agenda tahunan sejak era Kesultanan Jambi. Digelar setiap Agustus di Sungai Batanghari, tepatnya di kawasan Pelabuhan Talang Duku, Kecamatan Pelayangan. Perahu yang digunakan adalah biduk kayu seberat 2 ton dengan 20 pendayung.
Jarak dari pusat kota sekitar 12 kilometer, bisa ditempuh 30 menit menggunakan angkot jalur Simpang Rimbo–Talang Duku. Penonton bisa duduk di tepi sungai atau menyewa perahu kecil seharga Rp50.000 per orang untuk mendekati lintasan.
Berlangsung setiap September di Alun-Alun Kota Sungai Penuh, festival ini menggabungkan pertunjukan Tari Sekapur Sirih—tarian selamat datang khas Kerinci—dengan pameran kopi arabika gunung. Kopi yang dijual langsung dari petani di Kecamatan Kayu Aro, dengan harga Rp30.000–Rp50.000 per kilogram biji mentah.
Akses dari Kota Jambi ke Sungai Penuh sekitar 6 jam perjalanan darat. Alternatif: naik pesawat Wings Air dari Bandara Sultan Thaha ke Bandara Depati Parbo (45 menit, tiket mulai Rp400.000). Penginapan di sekitar alun-alun mulai Rp150.000 per malam.
Lokasinya di kawasan Danau Sipin, Kecamatan Telanaipura, hanya 10 menit dari pusat Kota Jambi. Festival ini berlangsung setiap Juni, menampilkan musik gambus, tari zapin, dan kuliner malam dengan 50 stan. Menu andalan: tempoyak ikan patin (Rp25.000 per porsi) dan sate kerang khas Danau Sipin.
Acara dimulai pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB. Parkir motor Rp5.000, mobil Rp15.000. Tidak ada tiket masuk. Disarankan membawa uang tunai karena banyak stan tidak menerima QRIS.
Digelar setiap April di Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, sekitar 4 jam perjalanan dari Kota Jambi. Festival ini menampilkan ritual Ngayun Seremonial—prosesi mengayun bayi di atas kain putih yang dipimpin dukun beranak—dan lomba pencak silat antardesa. Tahun 2025, peserta silat mencapai 200 orang dari 15 desa.
Penginapan di Bangko mulai Rp100.000 per malam. Transportasi umum: bus dari Terminal Alam Barajo ke Bangko (Rp70.000, 4 jam). Acara gratis, tapi disarankan membawa topi dan air minum karena lokasi lapangan terbuka.
Berlangsung setiap November di kawasan Candi Muaro Jambi, Kecamatan Muaro Sebo. Pengunjung bisa mencoba membatik dengan motif khas Jambi seperti kapal siginjai dan durian pecah. Biaya partisipasi Rp20.000 per orang, termasuk kain katun ukuran 50x50 cm.
Lokasi candi berjarak 30 kilometer dari Kota Jambi, sekitar 45 menit menggunakan mobil. Bus Trans Jambi jurusan Muaro Jambi tersedia setiap jam (Rp5.000). Festival buka pukul 09.00–17.00 WIB. Hasil batik bisa dibawa pulang.
Digelar setiap Juli di Taman Bungo, Kabupaten Bungo, 5 jam perjalanan dari Kota Jambi. Acara ini menghadirkan pembacaan syair Melayu oleh penyair lokal dan musik talempong. Tahun 2025, festival ini menampilkan 30 penyair dari Sumatera dan Malaysia.
Bus dari Terminal Alam Barajo ke Bungo Rp80.000 (5 jam). Penginapan di sekitar taman mulai Rp120.000 per malam. Acara dimulai pukul 19.00 WIB, gratis. Disarankan membawa payung karena area terbuka.
Apakah semua festival ini gratis?
Ya, tujuh festival tersebut tidak memungut biaya masuk. Hanya Festival Batik Jambi yang mengenakan biaya partisipasi Rp20.000 untuk membatik.
Kapan waktu terbaik mengunjungi festival di Jambi?
Antara Juni hingga November. Festival Danau Sipin (Juni) dan Kenduri Swarnabhumi (Oktober) berdekatan dengan musim kemarau, sehingga cuaca lebih bersahabat.
Bagaimana akses transportasi ke lokasi festival?
Empat festival di Kota Jambi dan sekitarnya (Danau Sipin, Batanghari, Muaro Jambi) bisa dijangkau dengan angkot atau Trans Jambi. Festival di Kerinci, Merangin, dan Bungo memerlukan bus antarkota atau pesawat ke bandara lokal.
Apakah tersedia penginapan di dekat lokasi festival?
Tersedia. Di Kota Jambi, penginapan mulai Rp150.000 per malam. Di Sungai Penuh dan Bangko, mulai Rp100.000. Disarankan memesan dua minggu sebelumnya untuk festival besar seperti Kenduri Swarnabhumi.
Bolehkah membawa kamera drone?
Tidak dilarang, tapi disarankan meminta izin panitia di lokasi. Untuk Kenduri Swarnabhumi dan Pacu Perahu, drone bisa digunakan di area tepi sungai dengan ketinggian maksimal 50 meter.
Dari ritual tepung tawar di Batanghari hingga syair di Bungo, tujuh festival ini bukan sekadar tontonan. Masing-masing menyimpan praktik budaya yang masih dijalankan secara turun-temurun. Datanglah dengan waktu yang cukup—setidaknya dua hari untuk satu festival—agar bisa merasakan langsung interaksi dengan masyarakat setempat.