JAMBI — Kepastian itu disampaikan langsung oleh Product Manager Aletra dan SAG, Christo Antyo, di sela acara di Alam Sutera, Tangerang, Selasa (30/6/2026). Ia mengonfirmasi bahwa model baru tersebut merupakan turunan dari L8 dengan ukuran yang lebih kecil, namun tetap mempertahankan DNA sebagai kendaraan keluarga.
"Nanti kita akan meluncurkan istilahnya 'adiknya L8'. MPV, tiga baris. Karena di Indonesia saat ini paling stabil marketnya," ujar Christo.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Menurut Christo, karakter konsumen Indonesia yang mengutamakan kendaraan keluarga membuat permintaan MPV masih relatif stabil dibandingkan segmen lain. Aletra melihat celah ini sebagai peluang untuk memperkuat portofolio produk mereka di tengah persaingan kendaraan listrik yang kian ketat.
Saat ini, Aletra hanya memasarkan satu model, yaitu L8, dengan harga Rp 488 juta. Model baru ini diproyeksikan mengisi segmen harga yang lebih terjangkau, meski Christo belum bersedia merinci kisaran harga maupun nama resmi kendaraan tersebut.
Yang jelas, kehadiran 'adik L8' akan memberikan pilihan lebih luas bagi konsumen yang menginginkan MPV listrik dengan harga lebih ramah di kantong. Langkah ini sekaligus menjadi strategi Aletra untuk bersaing dengan pemain lain di segmen MPV listrik yang mulai ramai di Indonesia.
Christo memastikan model baru tersebut akan diperkenalkan kepada publik pada penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Pameran otomotif terbesar di Indonesia itu akan menjadi panggung bagi Aletra untuk memperkenalkan produk terbarunya sekaligus memperkuat eksistensi merek.
Meski belum ada bocoran spesifikasi teknis, seperti kapasitas baterai atau jarak tempuh, publik bisa menantikan detail lebih lanjut mendekati jadwal peluncuran. Yang pasti, Aletra serius ingin menjadi pemain utama di segmen MPV listrik Tanah Air.