JAMBI — Perputaran uang UMKM di kawasan Tugu Keris, Kota Jambi, selama masa libur sekolah diperkirakan mencapai Rp15 juta per malam. Angka ini terbilang tetap signifikan meski jumlah pengunjung disebut mengalami penurunan.
Budi Setiawan, Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Disperindag Kota Jambi, menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena banyak masyarakat memilih menghabiskan waktu liburan ke luar kota. "Masyarakat banyak yang berlibur ke luar kota sehingga sepi," katanya di Jambi, Selasa.
Selain faktor mudik liburan, sejumlah kegiatan yang digelar di sekitar kawasan Tugu Keris justru kerap menimbulkan kemacetan. Akibatnya, sebagian masyarakat enggan singgah untuk berbelanja. Kondisi ini memicu sebagian pedagang kaki lima (PKL) untuk mencoba mencari lokasi baru yang dinilai lebih ramai selama musim liburan.
Disperindag juga mencatat bahwa keberadaan sejumlah pusat hiburan keluarga turut mempengaruhi pola kunjungan masyarakat. Warga kini memiliki lebih banyak pilihan destinasi untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, sehingga Tugu Keris bukan lagi satu-satunya pilihan utama.
Meski demikian, Disperindag terus berupaya menjaga aktivitas ekonomi di kawasan tersebut dengan mendukung berbagai kegiatan yang mampu menarik pengunjung. Beberapa agenda yang telah digelar antara lain Festival Anak Sholeh di Lapangan Wali Kota, Festival Kuliner Nusantara di kawasan Banjuran Budayo, lomba karate dan pencak silat di GOR Kota Baru, serta lomba balap motor resmi di seputaran kantor wali kota.
Budi berharap berbagai kegiatan tersebut dapat meningkatkan jumlah pengunjung sehingga omzet para pelaku UMKM di kawasan Tugu Keris kembali meningkat. "Kami ingin roda perekonomian masyarakat tetap bergerak selama masa liburan," ujarnya.
Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Dengan 164 pelaku UMKM yang berjualan di kawasan tersebut, perputaran uang Rp15 juta per malam menjadi indikator bahwa potensi ekonomi di Tugu Keris masih besar, asalkan mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.