Pemkab Sarolangun Gelar Rapat Pemilihan Pimpinan Baznas Periode 2026-2031, Ini yang Perlu Diketahui

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 16:58:31 WIB
Rapat pemilihan pimpinan Baznas Sarolangun periode 2026–2031 resmi digelar dengan mekanisme demokratis.

SAROLANGUN — Proses pemilihan pimpinan Baznas Kabupaten Sarolangun untuk periode 2026–2031 resmi dimulai. Rapat yang dipimpin oleh Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) itu dihadiri perwakilan instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pihak yang berkompeten di bidang pengelolaan zakat.

Mekanisme Pemilihan yang Demokratis dan Transparan

Rapat ini menjadi forum awal untuk memastikan proses regenerasi kepemimpinan Baznas berjalan sesuai aturan. Pemilihan dilakukan secara demokratis, objektif, dan merujuk pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pimpinan Baznas yang nantinya terpilih akan mengemban tugas strategis: meningkatkan penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Targetnya, dana umat itu bisa lebih tepat sasaran dan berdampak nyata pada kesejahteraan warga Sarolangun.

Kriteria Pimpinan yang Diinginkan: Integritas dan Kompetensi Syariah

Perwakilan Bidang Kesra menyampaikan harapan agar kepengurusan baru memiliki integritas tinggi dan pemahaman mendalam tentang pengelolaan keuangan syariah. “Kami berharap kepengurusan baru dapat bekerja secara maksimal, membangun sinergi dengan berbagai pihak, dan menjadikan Baznas sebagai lembaga yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi umat di Kabupaten Sarolangun,” ujarnya.

Poin ini krusial mengingat Baznas mengelola dana sosial yang bersumber dari masyarakat. Kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat menjadi salah satu indikator keberhasilan utama.

Apa Langkah Selanjutnya?

Rapat berjalan dengan lancar dan tertib. Hasil pemilihan pimpinan Baznas periode 2026–2031 akan segera ditetapkan secara resmi melalui surat keputusan. Setelah itu, nama-nama pimpinan terpilih akan diumumkan kepada masyarakat luas.

Proses ini memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan di Baznas Sarolangun. Dengan kepengurusan baru, diharapkan pengelolaan zakat di daerah itu bisa semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: figurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top