JAMBI — Dinamika harga komoditas perkebunan di Jambi pekan ini menunjukkan perbedaan arah. Jika harga karet cenderung datar tanpa gejolak, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit justru mencatat penguatan yang menjadi angin segar bagi para petani.
Berdasarkan data resmi Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga TBS sawit untuk tanaman usia prima (10–20 tahun) kini bertengger di level Rp 3.708,55 per kilogram. Angka ini naik tipis Rp 1,97 per kilogram dari periode sebelumnya.
Kenaikan harga TBS ini didorong oleh performa harga minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan sebesar Rp 14.988,82 per kilogram. Selain itu, harga inti sawit (Kernel) juga tercatat di angka Rp 12.078,65 per kilogram, dengan Indeks K mencapai 94,64%.
Harga di tingkat petani pun bervariasi tergantung usia tanaman. Semakin matang usia produktif, semakin tinggi harga yang diterima.
Berbeda dengan sawit, harga karet di tingkat petani Jambi tidak menunjukkan pergerakan berarti. Berdasarkan data dari laman Bappepti, Senin (29/6) pukul 10.20 WIB, harga karet lokal masih bertahan di angka Rp 15.000 per kilogram.
Ketiadaan fluktuasi ini menandakan pasar karet di Jambi cenderung stabil. Meski demikian, fluktuasi harian di lapangan tetap berpotensi terjadi, mengingat harga sangat bergantung pada kualitas lateks yang dipanen serta serapan pasar ekspor dan pabrikan lokal.
Para petani diharapkan terus memantau perkembangan harga secara berkala, terutama bagi mereka yang mengelola tanaman di luar usia produktif, karena harga cenderung menurun seiring bertambahnya umur tanaman.