TEBO — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tebo menggelar pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengumpulkan data ekonomi mikro hingga makro di seluruh wilayah kabupaten.
Dalam sambutannya, Kepala BPS Kabupaten Tebo Agus Widodo mengatakan sensus ini didasari oleh perubahan fundamental pada perekonomian masyarakat. “Selama 10 tahun terakhir terjadi pola perubahan pada perekonomian kita, mulai dari perubahan pola konsumsi masyarakat berkaitan dengan struktur lapangan usaha serta terjadi landasan ekonomi digital,” ujarnya.
Agus menambahkan, seluruh perubahan tersebut harus dicatat secara aturan dan komprehensif melalui sensus ekonomi. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Bupati Tebo Agus Rubiyanto menekankan pentingnya sensus ini untuk memotret kondisi ekonomi Indonesia, khususnya Kabupaten Tebo, secara akurat dan menyeluruh. Ia menyebut perkembangan ekonomi digital, perubahan pola konsumsi, dan tumbuhnya usaha berbasis teknologi harus tercatat dengan baik.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026 akan diperoleh informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah,” kata Agus Rubiyanto dalam pidatonya.
Bupati berpesan agar petugas sensus bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi integritas. Ia meminta para petugas mendatangi masyarakat dengan ramah dan santun, serta menjaga kerahasiaan data yang diberikan oleh responden.
“Keberhasilan sensus ekonomi 2026 adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sensus Ekonomi 2026 rencananya akan menjangkau seluruh sektor usaha di Kabupaten Tebo, mulai dari pedagang kecil hingga perusahaan besar. Data yang terkumpul akan menjadi acuan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan lima tahun ke depan.