Mursyid menyampaikan, kunjungan langsung ke area operasi memungkinkan wartawan menyajikan informasi yang lebih akurat kepada publik. Ia menekankan, liputan migas tidak boleh hanya bersandar pada asumsi atau persepsi semata.
“Melalui kunjungan lapangan, jurnalis dapat menghasilkan karya jurnalistik yang berbasis data dan fakta, bukan hanya persepsi semata,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Dalam kesempatan itu, Mursyid mengungkapkan komitmen organisasinya menjaga kualitas dan independensi wartawan. Ia menyebut FJM Jambi pernah melakukan evaluasi keanggotaan secara tegas dan terukur.
“Kita menjaga independensi wartawan, berita boleh dimuat tetapi tetap harus berimbang dengan konfirmasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya bahkan pernah mengeluarkan sejumlah media yang dinilai tidak aktif memuat rilis berita organisasi. Langkah ini sebagai bentuk penegakan disiplin internal.
Agenda Media Field Trip tidak hanya berisi diskusi, tetapi juga edukasi teknis operasional hulu migas, termasuk penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Salah satu rangkaian yang menyita perhatian peserta adalah demonstrasi Fire Ground HSSE.
Dalam simulasi, tim darurat PEP Jambi memperagakan proses pemadaman kebakaran. Demonstrasi ini sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan perusahaan menghadapi potensi risiko tinggi di sektor migas.
Pjs Manager Jambi Field, Alfian Mayando, menyebut media sebagai mitra strategis perusahaan dalam menyampaikan informasi positif terkait industri migas kepada publik. Menurutnya, tanpa peran media, pesan mengenai operasi yang aman dan bertanggung jawab sulit tersampaikan ke masyarakat luas.
“Publik perlu tahu operasi migas yang aman dan bertanggung jawab. Tanpa media, pesan ini tidak akan sampai ke masyarakat luas,” katanya.
Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Kurnia Ariwijayanti, menilai kegiatan ini sebagai bentuk investasi sosial. Ia berharap media dapat terus mengangkat program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
“Kami berharap media dapat terus mengangkat program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan KKKS agar publik memahami dampak nyata industri hulu migas,” ujarnya.
Kegiatan ini, lanjutnya, menjadi ruang interaksi antara jurnalis dan pekerja lapangan. Sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dan komitmen transparansi dalam setiap operasi migas di Jambi.