KOTA JAMBI — Angka pengangguran di Provinsi Jambi tercatat 74.620 jiwa atau 1,96 persen dari total populasi 3,8 juta jiwa. Sementara penduduk miskin mencapai 270 ribu orang, dan 19 ribu di antaranya masuk kategori miskin ekstrem.
Gubernur Al Haris menilai dua persoalan sosial itu menjadi akar dari tingginya angka kriminalitas di daerah. "Angka (penyebab) kriminal itu adalah pengangguran, kemiskinan. Yang banyak menganggur di kota, karena banyak migran masuk ke kota," ujarnya saat menghadiri Job Fair HUT Bhayangkara ke-80 di Kota Jambi, Senin.
Job fair yang digelar di Lippo Mall Kota Jambi itu merupakan kolaborasi Polda Jambi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Selain membuka lowongan kerja, kegiatan ini juga diisi bazar UMKM.
"Saya berterima kasih kepada Polda Jambi, ini adalah langkah luar biasa. Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi ikut membuka peluang kerja bagi masyarakat," kata Al Haris.
Setiap tahun, Provinsi Jambi meluluskan sekitar 41 ribu siswa SMA dan SMK sederajat. Hampir setengah dari jumlah itu membutuhkan lapangan kerja baru. Gubernur menyebut angka ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab oleh semua pihak, bukan hanya pemerintah daerah.
Ia menekankan bahwa sulitnya mendapatkan ruang kerja menjadi faktor dominan yang mendorong tindak kriminal. Oleh karena itu, pembukaan 1.000 lowongan kerja melalui job fair ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek yang efektif.
Dalam paparannya, Al Haris mengungkapkan bahwa kemiskinan dan pengangguran merupakan masalah serius yang kerap menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Ia pun mengapresiasi jajaran Polda Jambi yang dinilai mampu membaca persoalan tersebut dengan membuka akses kerja bagi warga.
Job fair ini berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Juni 2026, dan dibuka untuk umum. Pemerintah provinsi berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara berkala untuk menekan angka pengangguran terbuka di Jambi.