Pemerintah Siapkan Akademi Olahraga dan Dana Multiyears demi Target Timnas ke Piala Dunia 2030

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 02:40:31 WIB
Pemerintah dan PSSI bersinergi menyiapkan Akademi Olahraga demi target Timnas ke Piala Dunia 2030.

JAMBI — Komitmen tersebut disampaikan Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026). Ia menegaskan bahwa arahan presiden bukan sekadar wacana, melainkan sudah dituangkan dalam program terpadu yang disusun bersama PSSI.

Sinergi Pemerintah, PSSI, dan Pelatih Jadi Modal Utama

Qodari menyebut pertemuan Prabowo dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta pelatih Timnas merupakan langkah awal yang krusial. “Sinergi antara pemerintah, federasi, dan jajaran pelatih menjadi modal penting untuk mengubah optimisme menjadi capaian nyata,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi ini akan memastikan pembinaan pemain, penguatan kompetisi, dan dukungan kelembagaan berjalan selaras. Targetnya jelas: meningkatkan daya saing skuad Garuda secara berkelanjutan.

Akademi Olahraga dan Dana Multiyears: Bukan Hanya untuk Sepak Bola

Pemerintah tidak hanya fokus pada sepak bola. Qodari mengungkapkan strategi jangka panjang untuk seluruh cabang olahraga nasional. Salah satu program unggulannya adalah pembangunan Akademi Olahraga yang dirancang sebagai pusat pembinaan talenta muda.

“Proses pencarian, pembinaan, dan pengembangan atlet diharapkan lebih terstruktur sejak usia dini,” jelas Qodari. Akademi ini akan menjadi fondasi untuk menghasilkan atlet berprestasi di masa depan.

Selain itu, pemerintah menyiapkan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang. Skema pendanaan multiyears akan mendukung program ini agar berjalan tanpa hambatan anggaran tahunan.

Atlet Disabilitas Dapat Sertifikasi Kepelatihan Pasca-Pensiun

Komitmen inklusif juga terlihat dari program untuk atlet disabilitas. Pemerintah akan memperkuat pembinaan mereka melalui pemberian sertifikasi kepelatihan. “Ini membuka peluang bagi atlet disabilitas untuk tetap berkontribusi di dunia olahraga setelah pensiun,” kata Qodari.

Dengan bekal pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, mereka bisa melanjutkan kiprah sebagai pelatih dan membina generasi berikutnya. “Membangun prestasi olahraga bukan hanya soal memenangkan pertandingan hari ini, tetapi juga menyiapkan generasi juara untuk tahun-tahun yang akan datang,” pungkasnya.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top