JAMBI — Laga yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, Senin (25/11) malam, berjalan sengit sejak menit awal. Meski di atas kertas Belgia lebih diunggulkan, ketangguhan lini belakang Iran yang dikomandoi Beiranvand membuat mereka frustrasi. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pertandingan berubah drastis di menit ke-38. Gelandang Belgia, Youri Tielemans, mendapat kartu merah langsung setelah tekel kerasnya pada Saman Ghoddos dinilai pelanggaran berbahaya oleh wasit. Keputusan ini memaksa Belgia bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 50 menit.
Unggul jumlah pemain, Iran justru tampil lebih percaya diri. Mereka beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat mereka gagal memanfaatkan momentum.
Kiper berusia 32 tahun itu menjadi pahlawan Iran. Beiranvand tercatat melakukan setidaknya lima penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas Romelu Lukaku di menit ke-55 dan sundulan jarak dekat Jan Vertonghen di masa injury time. Refleksnya yang cepat dan keberaniannya memotong umpan silang menjadi kunci raihan satu poin ini.
“Kami tahu Belgia tim hebat, tapi kami datang untuk berjuang. Satu poin ini sangat berharga dan menjaga asa kami,” ujar Beiranvand usai pertandingan, dikutip dari laporan resmi FIFA.
Hasil imbang ini membuat Iran mengoleksi satu poin dari dua laga, sama seperti Belgia. Keduanya tertinggal dari Inggris yang memuncaki klasemen Grup B dengan enam poin. Laga penentuan melawan Inggris akan menjadi misi berat bagi Iran, sementara Belgia harus mengalahkan Wales jika ingin lolos tanpa bergantung pada hasil tim lain.
“Kami kecewa tidak bisa menang, tapi kami masih punya satu pertandingan. Semuanya masih mungkin terjadi,” kata pelatih Belgia, Domenico Tedesco, dalam konferensi pers.
Statistik menunjukkan Belgia mendominasi permainan, namun efektivitas serangan mereka diredam oleh disiplin tinggi barisan pertahanan Iran. Kini, nasib kedua tim akan ditentukan pada matchday terakhir pekan depan.