JAMBI — Sebanyak 250 anak yatim dan dhuafa di sembilan panti asuhan Kota Jambi menerima paket bantuan dari Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi. Penyaluran dilakukan selama dua hari, mulai Kamis (18/6/2026) hingga Jumat (19/6/2026), tepat sebelum pelantikan pengurus wilayah di Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Paket bantuan yang disalurkan meliputi beras, perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis, Al-Qur’an, serta kebutuhan pokok lainnya. Pada hari pertama, satu panti asuhan menjadi sasaran dengan 20 anak penerima. Hari kedua menyasar delapan panti lainnya yang merangkul 230 anak, terdiri dari 121 anak laki-laki dan 109 anak perempuan.
Proses penyerahan dilakukan secara langsung di halaman maupun ruang dalam panti. Di Panti Asuhan Umi Ikhlas, bantuan diserahkan di halaman terbuka. Sementara di Panti Asuhan Al Fatih, pengurus ISMI berbincang hangat dengan para pengasuh di ruang dalam panti.
Sekretaris ISMI Jambi, Dr. Fahmi Rasid, S.E., M.AP., yang memimpin langsung aksi ini menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pesan awal organisasi sebelum kepengurusan resmi dilantik. Menurutnya, kaum intelektual Melayu tidak boleh berjarak dengan realitas sosial masyarakat.
“ISMI Jambi ingin mengawali langkah dengan kepedulian. Pelantikan malam nanti adalah agenda organisasi, tetapi sebelum itu kami ingin hadir langsung di tengah anak-anak panti. Ini pesan bahwa ISMI tidak hanya bicara ilmu dan adat, tetapi juga harus punya empati sosial,” ujar Fahmi.
Ketua ISMI Provinsi Jambi, Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., menyatakan bahwa pelantikan bukanlah sekadar urusan jabatan atau seremoni megah, melainkan titik awal pengabdian yang nyata. Ia menekankan bahwa ISMI Jambi ingin hadir sebagai rumah besar sarjana Melayu yang bergerak dalam gagasan, pendidikan, kebudayaan, dan kepedulian sosial.
“ISMI Jambi ingin hadir sebagai rumah besar sarjana Melayu yang bergerak. Bergerak dalam gagasan, pendidikan, kebudayaan, dan yang paling utama adalah bergerak dalam kepedulian sosial,” tegas Ernawati.
Ia berharap gerakan serupa tidak berhenti pada momentum pelantikan. Ke depan, ISMI Jambi akan berkolaborasi dengan lembaga pendidikan, pesantren, komunitas perempuan, hingga instansi sosial lainnya di Jambi.
Berikut rincian panti asuhan yang menerima bantuan dari ISMI Jambi:
Total penerima manfaat mencapai 250 anak. Bagi ISMI Jambi, angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada generasi muda yang tengah menempuh pendidikan dan belajar mengaji. Langkah ini menjadi penegasan identitas organisasi: menjadi sarjana Melayu berarti siap hadir dan berdampak di tengah masyarakat yang membutuhkan.