JAMBI — Sebanyak lima poin instruksi ditekankan Kapolda Jambi kepada seluruh personel intelijen dalam Rakernis Fungsi Intelkam Tahun 2026. Poin pertama adalah peningkatan kemampuan deteksi dini dan sistem peringatan dini. Instruksi lainnya mencakup penguatan sinergi dengan TNI, BIN Daerah, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.
Kapolda juga mengingatkan personel untuk menjaga profesionalisme dan netralitas. “Keberhasilan terbesar fungsi intelijen bukan ketika ancaman telah ditindak, tetapi ketika ancaman tersebut dapat dicegah sebelum terjadi,” ujarnya dalam sambutan.
Rakernis ini mengusung tema “Intelijen Keamanan Polri yang Presisi Siap Mendukung, Mengamankan, dan Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2026”. Kegiatan menghadirkan empat narasumber, yakni Dr. Moch. Farisi, Dr. Akbar Kurnia, Ari Wahyudi, dan Robert Aritonang.
Kapolda Jambi memetakan sejumlah potensi gangguan yang memerlukan pendekatan prediktif dari personel intelijen. Mulai dari konflik agraria, praktik ilegal logging, peredaran narkotika lintas provinsi, hingga isu radikalisme dan dinamika politik lokal.
“Dinamika situasi di Provinsi Jambi menuntut personel Intelkam untuk bekerja secara lebih prediktif, profesional, dan adaptif,” tegas Irjen Krisno. Forum Rakernis menjadi ajang evaluasi kinerja sekaligus penyamaan persepsi sebelum merumuskan program kerja 2026.
Selain tiga poin pertama, Kapolda menambahkan instruksi untuk meningkatkan penguasaan wilayah dan kemampuan analisis intelijen yang akurat. Personel juga diminta memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan cyber intelligence.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menambahkan, Rakernis ini menjadi momentum strategis. “Diharapkan seluruh personel Intelkam mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan cyber intelligence guna menjaga stabilitas keamanan,” katanya.
Fungsi Intelkam disebut sebagai garda terdepan dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Dengan penguatan ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Jambi diharapkan terus terpelihara.