Setelah 80 Tahun, Gas Natura Akhirnya Mengalir ke Indonesia Lewat Pipa WNTS-Pemping Pekan Depan

Penulis: Rizal Hamdani  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 14:03:31 WIB
Tahap kritis pembangunan pipa WNTS-Pemping telah selesai tanpa kecelakaan.

JAMBI — Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa tahap paling kritis dalam pembangunan pipa tersebut telah rampung. "Pekerjaan paling utama yang sangat critical yaitu operasi Hot Tap Pipa WNTS-Pemping telah selesai dengan aman selamat tanpa kecelakaan sesuai dengan jadwal," kata Djoko dalam keterangannya, Rabu (17/6).

Tahap Kritis Rampung, Kini Persiapan Aliran Perdana

Operasi hot tap adalah teknik penyambungan pipa baru ke pipa yang sudah beroperasi tanpa harus menghentikan aliran gas. Keberhasilan tahap ini menjadi fondasi utama proyek.

Saat ini, tim penyelam tengah bersiap melepas peralatan drill hot tap dengan menunggu arus laut yang tenang. Secara paralel, SKK Migas juga menyiapkan pasokan gas yang akan dialirkan untuk pertama kalinya. "Gas dari Natuna untuk pertama kalinya dapat mengalir ke Negara Republik Indonesia, sejak Indonesia Merdeka, yang sudah ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lamanya," jelas Djoko.

Proyek Infrastruktur dan Alokasi untuk Listrik

Proyek ini mencakup pembangunan pipa bawah laut (offshore) sepanjang 3,2 kilometer dan pipa darat (onshore) sepanjang 1,3 kilometer. Selain itu, dibangun pula fasilitas penerima dan pengukuran gas (Onshore Receiving Facility/ORF) di Pulau Pemping.

PLN EPI mendapat penugasan khusus untuk membangun ruas pipa ini. Penugasan itu diperkuat dengan penetapan alokasi gas dari Wilayah Kerja Duyung untuk kebutuhan listrik. Kesepakatan jual beli gas antara PLN EPI dan West Natuna Exploration Limited (WNEL) telah diteken pada 11 Juli 2025 lalu, dengan volume sebesar 111 BBTUD untuk periode 2027 hingga 2037. Gas inilah yang nantinya akan mengalir melalui pipa WNTS-Pemping.

Dengan dimulainya commissioning pekan depan, Indonesia tak lagi hanya menjadi negara yang gasnya diekspor, tetapi juga mulai menikmati sendiri kekayaan alam dari Natuna untuk menyalakan lampu di rumah-rumah warga.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top