JAMBI — Perumda Tirta Mayang, perusahaan air minum milik Pemkot Jambi, menjadi pilot project nasional dalam program penurunan Non-Revenue Water (NRW) yang didukung penuh oleh Pemerintah Jepang. Tim teknis dari Osaka telah melakukan survei lapangan dan menemukan masih banyak kebocoran pada jaringan pipa distribusi yang menyebabkan kehilangan air cukup tinggi.
Sebagai langkah awal, Jepang akan membantu penggantian sekitar 500 set komponen pipa yang bocor. Pendampingan teknis juga diberikan, mulai dari metode konstruksi hingga pengelolaan sistem perpipaan modern.
"Kami juga membantu menentukan komposisi bahan dalam pengolahan air agar kualitas air semakin baik. Harapannya, proyek ini dapat menurunkan tingkat kebocoran secara signifikan," ujar perwakilan OMWB Jepang, Hasimoto, dalam pertemuan dengan Wali Kota Jambi Maulana, Kamis (11/6/2026).
Program ini tidak hanya berhenti pada perbaikan infrastruktur. Sejumlah staf Perumda Tirta Mayang dijadwalkan mengikuti pelatihan teknis di Jepang pada Oktober mendatang sebagai bagian dari transfer pengetahuan.
Wali Kota Jambi Maulana menegaskan, penurunan NRW menjadi target utama karena kebocoran jaringan selama ini menjadi salah satu penyebab belum optimalnya distribusi air bersih kepada pelanggan. Dengan menurunnya angka kebocoran, kapasitas air yang tersalurkan ke masyarakat akan meningkat tanpa harus menambah produksi secara signifikan.
Selain sektor air bersih, kerja sama dengan JICA juga mencakup pengendalian banjir. Proyek strategis yang tengah berjalan adalah pembangunan kolam retensi seluas sembilan hektare yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Proyek ini menjadi bagian dari normalisasi sistem drainase perkotaan, termasuk perbaikan aliran Sungai Asam dari hulu hingga hilir menuju Sungai Batanghari. "Drainase yang sebelumnya sempit kini diperlebar agar aliran air dari hulu lebih lancar. Dampaknya sudah mulai terasa dengan berkurangnya genangan di sejumlah kawasan permukiman padat," jelas Maulana.
Kolam retensi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir. Kawasan ini dirancang sebagai ruang publik baru berbasis wisata air bernama Telago Kajang Lako, yang akan dilengkapi jembatan penghubung dan jalur jogging track sepanjang 1,4 kilometer.
Perwakilan JICA, Sato, menyebut lembaganya telah mendukung pembangunan sektor air di Indonesia sejak dekade 1950-an. "JICA sudah lama mendukung peningkatan kualitas sumber daya air di Indonesia. Kerja sama dengan Kota Jambi merupakan bagian dari komitmen tersebut," katanya.
Dengan sinergi ini, Pemkot Jambi berharap layanan air bersih semakin andal, kebocoran jaringan terus menurun, dan ketahanan kota terhadap banjir semakin kuat.