JAMBI — PT BYD Motor Indonesia resmi mengumumkan harga lima varian M6 DM dalam sebuah seremoni di Jakarta. Angka Rp 298 juta untuk varian termurah, Classic Standard, langsung menjadi sorotan utama. Di kelas medium MPV, banderol itu bersaing ketat dengan model bermesin konvensional sekelas Toyota Innova Zenix bensin atau Kijang Innova Reborn.
Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menjelaskan, harga tersebut bukan hasil dari pemotongan margin atau subsidi silang. "Ini adalah manifestasi dari vertical integration," ujarnya saat ditemui di sela acara peluncuran.
Menurut Luther, BYD sudah puluhan tahun mengembangkan teknologi Dual Mode (DM). Pengalaman itu, ditambah kepemilikan pabrik komponen mulai dari baterai hingga motor listrik, membuat perusahaan bisa menekan biaya produksi lebih rendah dibandingkan kompetitor yang merakit dari berbagai pemasok.
BYD M6 DM hadir dengan dua pilihan kapasitas baterai yang membedakan jarak tempuh mode listrik murni. Varian Classic (Rp 298–318 juta) menggendong baterai 7,4 kWh yang mampu menempuh 40 kilometer dalam mode EV. Sementara varian Cross (Rp 360–390 juta) dibekali baterai 18,3 kWh dengan jarak tempuh listrik mencapai 110 kilometer.
Powertrain hybridnya terdiri dari mesin bensin 1.500 cc (74 kW/126 Nm) yang berfungsi sebagai generator atau penggerak langsung, serta motor listrik utama bertenaga 120 kW dengan torsi 210 Nm. BYD mengklaim konsumsi bahan bakar rata-rata bisa mencapai 65 km per liter, angka yang sulit ditandingi MPV konvensional sekelasnya.
Operation Director PT BYD Motor Indonesia Nathan Sun menambahkan, teknologi baterai Blade Battery yang digunakan pada semua varian sudah melalui uji keamanan ketat. Dengan harga yang langsung menyasar segmen MPV massal, BYD M6 DM diproyeksikan menjadi kendaraan transisi elektrifikasi yang lebih terjangkau bagi keluarga Indonesia.