KUALA TUNGKAL — Hesti Haris menyebut Gerakan Jambi Bersholawat sebagai ikhtiar memperkuat nilai religius dan akhlak di tengah keluarga. Menurutnya, sholawat bukan sekadar ritual, melainkan jalan singkat mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah.
Dalam arahannya, Hesti memaparkan keutamaan bersholawat secara istiqomah. Amalan ini mendatangkan rahmat Allah, syafaat Nabi di hari kiamat, pengangkatan sepuluh derajat, hingga penghapusan dosa.
“Sholawat adalah bentuk cinta dan pengabdian kepada Nabi, juga penyejuk hati dan penambah keberkahan hidup,” ujar Hesti di hadapan para ulama dan tokoh agama.
Ia mendorong masyarakat mengamalkan sholawat setelah azan, pada hari Jumat, dan di setiap kesempatan. “Amalan sholawat yang istiqomah mendatangkan ketenangan hati, keberkahan dalam pekerjaan, dan rasa damai dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Hesti memberikan apresiasi khusus kepada para ulama dan kiai di Tanjung Jabung Barat. Ia menilai daerah ini memiliki banyak pemuka agama yang menjadi wadah berkumpulnya ulama, umara, dan umat.
“Saya mengetahui bahwa di Tanjung Jabung Barat paling banyak para ulama dan kiyai yang berpengaruh, sebagai wadah berkumpulnya ulama, umara, dan umat untuk memperkuat persatuan lewat dzikir dan sholawat bersama,” ungkap Hesti.
Ia menyoroti hubungan erat antarulama di daerah tersebut. Menurutnya, ketika seorang ulama menyebut temannya sebagai orang alim, itu menunjukkan penghargaan tinggi terhadap kedalaman ilmu. “Pengakuan semacam itu memperlihatkan betapa dihargainya ilmu dan akhlak para pemuka agama di sini,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Barat, Ir. H. Agus Sanusi, M.Si., menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap gerakan bersholawat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi TP PKK serta masyarakat luas.
“Kami minta maaf jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan acara dan menghargai masukan dari semua pihak untuk perbaikan ke depan,” kata Agus Sanusi.
Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan ini. Ia menyebut program tersebut selaras dengan visi membangun masyarakat religius, rukun, dan penuh keberkahan.
“TP PKK Tanjung Jabung Barat menyatakan dukungan penuh karena selaras dengan visi membangun masyarakat religius, rukun, dan penuh keberkahan. Kami berharap program dapat diimplementasikan secara berkelanjutan hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan,” ujar Fadhilah Sadat.
Ia menambahkan bahwa selama ini TP PKK setempat aktif menjalankan pembinaan keluarga, pengajian rutin, kegiatan sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Pada kesempatan tersebut, TP PKK Provinsi Jambi menyerahkan bantuan buku panduan “30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an” kepada Ketua MUI Tanjung Jabung Barat. Sebagai balasan, Ketua TP PKK Tanjung Jabung Barat menyerahkan buku kuliner khas daerah kepada Hesti Haris.
Hesti optimistis, dengan sinergi antara pemerintah, TP PKK, organisasi keagamaan, dan masyarakat, berbagai persoalan sosial di lingkungan kelurahan maupun desa dapat diselesaikan bersama.
“Insya Allah semua persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, di PKK, ataupun di kelurahan dapat dikerjakan bersama-sama dengan hati yang tenang dan sejuk dengan terus bersholawat,” pungkas Hesti.