Harga Pertamax Naik Rp 3.950 per Liter di Batang Hari, Pengguna Beralih ke Pertalite

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 17:07:31 WIB
Antrean kendaraan mengular di jalur Pertalite di SPBU Muara Bulian pasca kenaikan harga Pertamax.

MUARA BULIAN — Selisih harga yang mencapai Rp 3.950 per liter membuat pengguna kendaraan mulai mempertimbangkan ulang jenis BBM yang digunakan. Kiki (27), warga Muara Bulian, mengaku baru mengetahui kenaikan ini dari media sosial pada Rabu lalu.

"Biasanya pakai Pertamax, tapi sekarang coba Pertalite dulu. Selisihnya cukup besar untuk menghemat," ujarnya kepada Antara.

Pertalite Jadi Pilihan Utama, Antrean Mengular

Pantauan di lapangan menunjukkan kontras yang jelas. Jalur pengisian Pertalite dipadati kendaraan roda dua dan roda empat, sementara jalur Pertamax terlihat lengang dan beberapa kali tanpa antrean.

Kiki mengatakan kendaraan merupakan sarana utama untuk bekerja, sehingga kenaikan ini berdampak langsung terhadap biaya operasional harian. Ia berharap harga BBM ke depan bisa lebih stabil.

"Semoga tidak naik lagi, karena kebutuhan sehari-hari juga sudah banyak yang naik," tutupnya.

Dampak Langsung ke Dompet Warga

Kenaikan Pertamax ini bukan sekadar angka di papan harga SPBU. Bagi pengguna seperti Kiki, keputusan beralih ke Pertalite adalah langkah menekan pengeluaran bulanan yang sudah terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina atau pemerintah daerah terkait kebijakan ini. Namun, perubahan perilaku konsumen di Batang Hari sudah terlihat nyata: antrean di jalur Pertalite menjadi indikator bahwa warga tengah beradaptasi dengan harga baru.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Back to top