JAMBI — Musim 2026 Formula 1 baru berjalan tiga seri dari total 22 balapan. Namun, peta kekuatan di tim Mercedes sudah menunjukkan kejutan. Andrea Kimi Antonelli, pembalap rookie yang baru promosi ke tim utama, justru memuncaki klasemen sementara setelah dua kemenangan beruntun di GP China dan GP Jepang.
Antonelli unggul sembilan poin dari George Russell yang sebelumnya tampil gemilang di balapan pembuka Australia dan Sprint Race Shanghai. Situasi ini tak lantas membuat Russell panik.
Russell menilai perubahan regulasi mesin pada 2026 membuat hasil balapan lebih sulit diprediksi. Masalah teknis bisa muncul secara acak kapan saja tanpa tergantung kecepatan murni pembalap.
"Ini hanya tentang bagaimana segalanya berjalan. Anda tidak bisa memprediksinya," kata Russell mengutip Crash, Sabtu (4/4/2026).
Ia mencontohkan pengalamannya di Sirkuit Suzuka, Jepang. Russell finis keempat setelah strategi dan posisinya terkena dampak negatif dari waktu keluar Safety Car. Sebaliknya, Antonelli justru diuntungkan oleh momen yang sama.
"Sejumlah pembalap mengalami masalah saat latihan, sedangkan saya menghadapi itu di kualifikasi. Ini murni soal 'keberuntungan undian' dengan mobil-mobil baru," ujar Russell.
Pembalap berusia 28 tahun itu tetap optimis menghadapi sisa musim. Ia menekankan bahwa perjalanan masih panjang dan belum waktunya mengambil kesimpulan.
"Musim baru dimulai, dan ini baru balapan ketiga dari 22 seri. Saya sama sekali tidak khawatir, perjalanan masih panjang," tambahnya.
Balapan F1 2026 bisa disaksikan secara langsung melalui streaming di Vision+ pada channel beIN Sport. Dengan 19 seri tersisa, persaingan di puncak klasemen diprediksi masih akan berubah seiring adaptasi tim terhadap regulasi anyar.
Russell tetap yakin pada kemampuannya untuk bangkit. Ia menyebut pentingnya tetap tenang di tengah tantangan yang tak terduga sepanjang musim.