Hasil Pemantauan Dinas Peternakan Sarolangun: Tidak Ada Temuan Penyakit pada Hewan Kurban yang Dipotong

Penulis: Ahmad Syukri  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 17:42:01 WIB
Petugas Disnak Sarolangun melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di beberapa titik pemotongan.

SAROLANGUN — Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnak) Kabupaten Sarolangun memastikan tidak menemukan indikasi penyakit pada hewan kurban yang telah dipotong selama perayaan Idul Adha 1445 H. Pemeriksaan dilakukan terhadap puluhan titik pemotongan hewan kurban yang tersebar di wilayah tersebut. Hasil ini sekaligus menjawab kekhawatiran warga akan potensi penyakit zoonosis yang kerap muncul pascapemotongan.

Apa Saja yang Dipantau Petugas?

Petugas Disnak Sarolangun turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi fisik daging, jeroan, dan organ dalam hewan kurban, seperti hati, paru-paru, dan limpa. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi adanya cacing hati, radang paru, atau tanda-tanda penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mungkin tidak terlihat saat hewan masih hidup.

“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan kami di beberapa titik, tidak ditemukan adanya penyakit pada hewan kurban yang sudah dipotong,” ujar Kepala Disnak Sarolangun melalui keterangan resminya. Pihaknya menyebutkan pemantauan dilakukan secara bergilir sejak hari pertama pemotongan kurban.

Mengapa Pemantauan Ini Penting?

Pemantauan pascapemotongan menjadi agenda rutin Disnak setiap Idul Adha. Langkah ini krusial untuk memastikan daging kurban yang diterima warga aman dikonsumsi, terutama dari ancaman penyakit yang bisa menular ke manusia. Di tahun-tahun sebelumnya, temuan kasus PMK di beberapa daerah sempat memicu kewaspadaan ekstra di Sarolangun.

Disnak juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan prinsip higienis saat mengolah daging kurban, seperti memasak hingga matang sempurna dan mencuci tangan setelah memegang daging mentah. Imbauan ini disampaikan menyusul masih adanya kebiasaan warga yang langsung mengolah daging tanpa pencucian yang benar.

Langkah Selanjutnya: Edukasi ke Masyarakat

Ke depan, Disnak Sarolangun berencana memperkuat sosialisasi tentang ciri-ciri daging sehat dan cara penanganan yang benar kepada panitia kurban di tingkat masjid dan musala. Materi edukasi akan mencakup teknik pemotongan yang sesuai syariat sekaligus standar kesehatan hewan.

Pemkab Sarolangun sendiri mengapresiasi kerja cepat tim Disnak yang langsung bergerak ke lapangan. Dengan tidak adanya temuan penyakit, warga diharapkan bisa lebih tenang dalam menikmati daging kurban tahun ini.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top