JAMBI — Citul, singkatan dari aci tulang, dibuat dari adonan tepung aci yang dibentuk dan diberi isian daging ayam berbumbu pedas, lalu digoreng hingga permukaannya renyah. Bagian dalamnya tetap kenyal karena tekstur aci yang khas.
Kombinasi dua tekstur itu yang membuat citul digemari lintas usia. Rasanya gurih dari kaldu dan daging ayam, dengan sensasi pedas dari cabai rawit yang bisa disesuaikan selera.
Untuk membuatnya di rumah, bahan dibagi menjadi tiga bagian: isian ayam, adonan kulit aci, dan lapisan luar. Menyiapkan ketiganya lebih dulu membuat proses pembentukan citul berjalan lancar.
Bahan Isian Ayam yang Gurih dan Pedas
Isian citul memakai tulang paha ayam bagian bawah secukupnya. Cuci bersih lalu rebus hingga matang sebelum digunakan.
Selain tulang, siapkan daging ayam fillet yang sudah direbus dan disuwir halus. Bumbu halusnya terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai rawit sesuai selera pedas, dan sedikit kencur untuk aroma khas.
Lengkapi dengan daun jeruk, garam, kaldu ayam bubuk, dan sedikit gula. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk hingga wangi, lalu masukkan ayam suwir dan tulang rebus. Aduk sampai bumbu meresap.
Adonan Kulit Aci dan Lapisan Luar
Kulit citul dibuat dari tepung aci atau tepung tapioka yang diberi air panas secukupnya hingga adonan bisa dipulung. Tambahkan sedikit garam agar rasanya tidak hambar.
Adonan diuleni sampai kalis, lalu dibentuk bulat pipih. Isi dengan campuran tulang dan ayam suwir berbumbu, kemudian tutup rapat dan bulatkan kembali.
Untuk lapisan luar, siapkan tepung terigu atau tepung panir halus sebagai pelapis agar hasil gorengan lebih renyah. Celupkan citul ke air sedikit, gulingkan di tepung pelapis, lalu goreng dalam minyak panas hingga kuning keemasan.
Tips agar Citul Renyah dan Tidak Pecah
Gunakan air panas saat menguleni tepung aci. Air panas membuat aci lebih lentur sehingga kulit tidak mudah sobek saat diisi.
Jangan mengisi adonan terlalu penuh. Isian yang berlebihan membuat kulit robek ketika digoreng dan minyak masuk ke dalam.
Goreng dengan api sedang. Api besar membuat bagian luar cepat gosong sementara isian belum panas merata. Setelah matang, tiriskan citul di atas kertas minyak sebelum disajikan.
Citul paling nikmat disantap hangat-hangat, cocok jadi camilan sore bersama teh atau kopi. Sisa adonan bisa disimpan di lemari pendingin dan digoreng kapan saja.