JAMBI — Sosialisasi Perlindungan Data Pribadi Tahun 2026 yang digelar Diskominfo Kota Jambi menyasar dua kelompok utama: tenaga pendidik dan aparatur di lingkungan pemerintahan. Dua sektor itu dinilai paling rentan karena mengelola banyak data warga dalam aktivitas harian.
Materi yang dibahas mencakup risiko kebocoran data, ancaman kejahatan siber, hingga langkah konkret melindungi informasi pribadi dalam aktivitas digital sehari-hari. Peserta diarahkan memahami bahwa data yang tersebar tanpa kendali bisa disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Mengapa Tenaga Pendidik Jadi Prioritas
Saleh Ridha menempatkan lingkungan pendidikan sebagai garda depan literasi digital. Guru tidak hanya dituntut menjaga data siswanya, tetapi juga meneruskan pemahaman itu ke peserta didik.
"Di era teknologi yang semakin canggih, data dapat dengan mudah tersebar apabila kita tidak berhati-hati. Karena itu, pemahaman mengenai perlindungan data pribadi perlu ditingkatkan, terutama di lingkungan pendidikan. Para tenaga pendidik diharapkan mampu menerapkan prinsip keamanan informasi sekaligus meneruskan pengetahuan tersebut kepada peserta didik," ujarnya.
Pemanfaatan teknologi digital di sekolah, menurut Saleh, harus diiringi perhatian pada keamanan sistem, jaringan, dan data yang dikelola. Tanpa itu, penyalahgunaan informasi berpotensi terjadi tanpa disadari.
Wakil Wali Kota Soroti Kebiasaan Pakai AI
Wakil Wali Kota Jambi Diza menyoroti sisi lain dari kebiasaan digital warga: makin seringnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence, termasuk ChatGPT dan Meta AI, untuk mencari informasi maupun menyampaikan persoalan pribadi.
Kemudahan layanan digital, kata Diza, mesti dibarengi kehati-hatian dalam membagikan informasi. Ia juga mengingatkan soal aplikasi gratis yang dipakai tanpa memahami kebijakan privasi dan pengelolaan datanya.
Dua narasumber eksternal dilibatkan dalam kegiatan ini. BSSN membawa perspektif keamanan siber nasional, sementara Universitas Jambi memberi landasan akademik soal praktik perlindungan data.
Yang Perlu Dilakukan Peserta Usai Sosialisasi
Panitia menargetkan peserta tidak berhenti di ruang sosialisasi. Pemahaman soal keamanan informasi diharapkan diterapkan di tempat kerja masing-masing, lalu ditularkan ke rekan sejawat dan siswa.
Bagi Diskominfo Kota Jambi, kegiatan ini menjadi langkah awal membangun budaya sadar keamanan data di lingkungan pendidikan dan pemerintahan. Pemkot belum menyebut rencana lanjutan atau jadwal sosialisasi berikutnya.