JAMBI — Penyanyi Dita Meychan mengakui bahwa lagu-lagu solonya tidak ada yang viral di pasaran karena ia menolak diatur dalam bermusik. Pengakuan itu disampaikan Meychan di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, belum lama ini. Meski begitu, penyanyi berusia 40 tahun ini menyebut satu lagu baru sudah selesai dan tinggal dirilis.
Penyanyi berusia 40 tahun ini bahkan menyebut single-single solonya tidak ada yang meledak viral di pasaran. Menurut Meychan, kondisi itu adalah konsekuensi dari pendiriannya yang enggan mengikuti tekanan pasar.
Pengakuan Meychan soal Single yang Tak Viral
Meychan menyampaikan hal itu secara terbuka saat ditemui di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, belum lama ini. Ia menyebut dirinya banyak mengeluarkan single, tetapi tak satu pun yang viral.
"Eh, aku banyak keluar single, tapi single-ku tuh sebetulnya nggak ada yang viral karena emang aku nggak bisa diatur. Aku benar-benar idealis, nggak karu-karuan, nggak mau diatur," tegas Dita Meychan.
Pernyataan itu muncul di tengah kebiasaan banyak musisi yang berlomba merilis karya demi mengejar tren dan viralitas di media sosial. Meychan memilih jalur berbeda dengan mempertahankan idealismenya.
Lagu Baru Sudah Jadi, Rilis Menunggu Mood
Di sisi lain, Meychan membeberkan bahwa dirinya sudah memiliki materi lagu baru yang siap diluncurkan. Satu lagu disebut sudah selesai dan tinggal menjalani proses perilisan.
"Aku ada satu lagu, udah jadi, tinggal aku launching. Cuman mood-ku untuk nampilin itu entar aja deh, tunggu," ungkapnya.
Ia belum memastikan kapan lagu tersebut akan dirilis. Meychan hanya ingin merilis karya sesuai kata hatinya, bukan karena tuntutan jadwal atau tekanan pasar.
Jejak Karier Meychan Setelah Berpisah dari Maia Estianty
Meychan dikenal sebagai mantan rekan duet Maia Estianty. Keduanya sempat membentuk duo yang melahirkan sejumlah lagu populer sebelum akhirnya berpisah.
Setelah melepas status itu, Meychan melanjutkan karier sebagai penyanyi solo. Ia merilis sejumlah single, meski tak ada yang mencapai viralitas besar seperti yang ia akui sendiri.
Pilihan untuk tetap idealis membuat Meychan bergerak dengan ritme sendiri di industri musik Indonesia. Ia tidak terburu-buru mengejar momentum tren yang cepat berubah.
Sikap Meychan mencerminkan satu pendekatan yang makin jarang diambil musisi di tengah tekanan algoritma dan media sosial. Karya tetap jadi prioritas, meski harus menerima risiko sepi sorotan.