MUARO JAMBI — Prosedur penimbangan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kecamatan Mestong berjalan sistematis sejak armada bermuatan tiba di lokasi pengumpulan hingga seluruh muatan selesai dibongkar. Weni (23), petugas timbang sekaligus admin di tempat pengumpulan TBS setempat, menyebut ada dua tahap penimbangan yang wajib dilalui sebelum berat bersih ditetapkan.
Dua Kali Timbang, Selisihnya Jadi Berat Bersih
Kendaraan bermuatan sawit ditimbang lebih dulu saat pertama kali masuk ke lokasi. Setelah buah dibongkar, kendaraan ditimbang kembali dalam keadaan kosong.
"Pertama, kendaraan bermuatan sawit ditimbang, kemudian buah dibongkar dan kendaraan ditimbang kembali dalam keadaan kosong. Selisih kedua penimbangan menjadi berat bersih sawit," kata Weni.
Angka selisih dari dua proses itulah yang dipakai sebagai dasar menentukan bobot bersih hasil panen kelapa sawit yang dibayarkan kepada petani.
Ukuran Buah Ikut Menentukan Harga Saat Kemarau
Penimbangan bukan satu-satunya penentu nilai jual. Petugas di lapangan juga memeriksa ukuran dan kondisi fisik kelapa sawit yang masuk.
Saat musim kemarau, ukuran buah sering menurun sehingga menjadi indikator penting dalam penyesuaian harga. Buah berukuran standar dihargai sesuai pasaran, sedangkan buah yang tergolong kerdil atau kecil dikenai skema pemotongan.
"Kalau ukuran buahnya kecil, ada pengurangan harga. Namun, buah berukuran normal mengikuti harga yang berlaku di sini," ujar Weni.
Pada pemantauan di lokasi, harga TBS berukuran normal berada di angka Rp3.000 per kilogram. Buah berukuran kecil mengalami penyesuaian nominal sesuai aturan yang disepakati.
Dua Varietas yang Diterima dari Petani
TBS yang masuk dari para petani terdiri atas dua varietas utama, yakni Tenera dan Dura. Keduanya dibedakan dari ketebalan cangkang dan lapisan daging buahnya.
Varietas Tenera ditandai cangkang yang cenderung lebih tipis namun memiliki daging buah tebal. Varietas Dura memiliki karakteristik cangkang tebal dengan lapisan daging buah yang lebih tipis.
Standar Penerimaan Bergantung Kebijakan Masing-Masing PKS
Para pekerja bongkar muat sawit di lokasi menyebutkan standar dan persyaratan penerimaan TBS dapat berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing pabrik kelapa sawit (PKS).
Pasokan buah berukuran kecil cenderung meningkat ketika intensitas curah hujan menurun akibat musim kemarau. Kondisi itu membuat kecermatan dalam proses penimbangan dan penyortiran menjadi faktor penting untuk menjaga transparansi transaksi antara petani dan pihak pengumpul.