Pencarian

Enam Medali Asian Games 2026 Jadi Modal PBSI Menuju Olimpiade LA 2028

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 16:34:01 WIB
Enam Medali Asian Games 2026 Jadi Modal PBSI Menuju Olimpiade LA 2028
Ketua Umum PBSI Muhammad Fadil Imran memimpin syukuran atas raihan enam medali Asian Games 2026 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026).

JAMBI — Tim bulu tangkis Indonesia membawa pulang enam medali dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026, terdiri dari dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. PBSI menegaskan capaian itu bukan titik akhir pembinaan, melainkan modal menuju target besar di Olimpiade Los Angeles 2028.

Syukuran dan apresiasi atas hasil tersebut digelar di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026). Ketua Umum PBSI Muhammad Fadil Imran memimpin langsung acara yang melibatkan pelatih, tim pendukung, serta mitra strategis federasi.

Enam medali itu tersebar dari nomor beregu maupun perorangan. Menurut Fadil, raihan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kerja kolektif yang melibatkan lebih dari sekadar atlet yang tampil di lapangan.

Fadil Imran Sebut Medali Lahir dari Kerja Tim Pendukung

Fadil menyoroti peran pelatih teknik dan fisik, tim performa dan sport science, tenaga medis, psikolog, ahli nutrisi, fisioterapis, hingga video analyst. Semua elemen itu, katanya, memastikan proses pembinaan di Pelatnas berjalan konsisten.

"Yang kita rayakan bukan hanya enam medali, tetapi perjuangan dan kerja seluruh orang di balik medali tersebut. Masih ada pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan karena perjalanan kita masih panjang," ujar Fadil.

Asian Games Bukan Tujuan Akhir, Target Olimpiade 2028 Sudah Disiapkan

Fadil menegaskan Asian Games 2026 hanya satu titik dalam peta jalan pembinaan. PBSI sudah menyiapkan target lebih besar untuk kompetisi internasional berikutnya, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028.

"Karena perjalanan kita masih panjang, Asian Games bukan tujuan akhir. Ada target besar yang sudah kita siapkan menuju Olimpiade Los Angeles 2028," katanya.

BNI Sebut Kesinambungan Pembinaan Kunci Daya Saing

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menilai capaian tim bulu tangkis Indonesia menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan pembinaan dan kolaborasi berbagai pihak. BNI sendiri sudah menjadi strategic partner PBSI selama lebih dari lima tahun.

"Prestasi seperti ini lahir dari proses yang panjang. Karena itu, BNI melihat pembinaan yang konsisten, kualitas tim pendukung, serta kesempatan bertanding sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi bulu tangkis Indonesia," ujar Okki.

Sepanjang 2026, dukungan BNI bersama PBSI tercermin lewat pembinaan atlet serta keikutsertaan Indonesia di sejumlah kompetisi internasional. Di antaranya Indonesia Masters, Badminton Asia Championships, Indonesia Open, Thailand Open, dan Badminton Asia Junior Championships.

"Bagi BNI, dukungan terhadap PBSI bukan sekadar sponsorship. Kami ingin ikut menjaga proses pembinaan agar atlet Indonesia memiliki ruang untuk berkembang, memperoleh pengalaman kompetitif, dan terus meningkatkan kemampuan untuk bersaing di level internasional," kata Okki.

Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI menyatakan komitmennya mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul, termasuk melalui pembinaan olahraga nasional. Memasuki usia 80 tahun dengan semangat Swadharma Bhakti Nagara, BNI akan memperkuat kolaborasi yang mendukung lahirnya prestasi dan talenta Indonesia di berbagai bidang.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks