Pemerintah Kelurahan Kenali Besar, Kota Jambi, menyelesaikan penyaluran Bantuan Pangan Beras dengan realisasi 100 persen bagi 1.684 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Setiap penerima tercatat menerima 30 kilogram beras sesuai ketentuan dalam aplikasi penyaluran dan Berita Acara Serah Terima (BAST). Penyelesaian itu menjadi hasil kolaborasi kelurahan bersama ketua RT, perangkat lingkungan, dan unsur keamanan.
KOTA JAMBI — Lurah Kenali Besar, Agoes Budhiantho, memastikan seluruh penerima telah menerima alokasi sesuai mekanisme yang berlaku. Pencatatan pada aplikasi dan BAST yang ditandatangani menjadi dasar bahwa tidak ada penerima yang tertinggal dalam penyaluran tahap ini.
"Penyaluran bantuan telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Seluruh penerima bantuan tercatat menerima 30 kilogram berdasarkan data pada aplikasi dan berita acara serah terima yang telah ditandatangani," ujar Agoes.
Dinamika Warga Ditindaklanjuti Lewat Musyawarah Kelurahan
Aspirasi yang muncul di tengah masyarakat setelah penyaluran tidak dibiarkan menggantung. Pemerintah kelurahan menindaklanjutinya melalui musyawarah yang melibatkan Ketua LPM, Ketua LAM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua FKRT, para ketua RT, dan warga.
Forum itu menjadi ruang terbuka untuk mencari penyelesaian bersama, dengan catatan hak setiap PBP yang sudah ditetapkan tetap dipastikan sesuai ketentuan penyaluran.
Soal Desil dan Alamat Jadi Sorotan Evaluasi Data
Ketua RT 01 Kenali Besar, Suyadi, menyampaikan bahwa persoalan yang paling banyak disuarakan warga berkaitan dengan data penerima. Penetapan desil dan kesesuaian alamat dinilai perlu dievaluasi agar penyaluran berikutnya lebih tepat sasaran.
"Persoalan utamanya berkaitan dengan penetapan desil dan kesesuaian alamat warga dalam data penerima. Masih terdapat warga yang membutuhkan bantuan, tetapi belum mendapatkannya. Data tersebut perlu dievaluasi agar penyaluran berikutnya lebih tepat sasaran," ujar Suyadi.
LAM dan LPM Minta Hak Penerima Lama Tidak Dikurangi
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kenali Besar, Zulkifli, menekankan perangkat lingkungan berperan penting menyampaikan kondisi warga sekaligus menjaga pelaksanaan program tetap sesuai ketentuan.
"Kondisi warga di lingkungan kami perlu menjadi perhatian. Warga yang belum mendapatkan bantuan juga perlu dipertimbangkan, namun pelaksanaannya harus melalui musyawarah dan tidak mengurangi hak warga yang telah menerima bantuan. Kami juga memastikan tidak ada unsur penyelewengan oleh perangkat kelurahan dalam proses penyaluran bantuan ini," ujarnya.
Ketua LPM Kenali Besar, Zuhramanuddin, menyebut musyawarah sebagai mekanisme penting untuk menyelesaikan setiap aspirasi secara terbuka dan transparan. Dialog di tingkat kelurahan diharapkan menjaga komunikasi sekaligus mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas Jaga Situasi Tetap Kondusif
Dari unsur keamanan, Babinsa Kenali Besar, Hendri, mengajak warga menyikapi bantuan pangan secara tertib agar tidak menimbulkan persoalan baru. Ia menyatakan kesiapan membantu BULOG dan Pemerintah Kota menjaga situasi.
"Bantuan pangan ini perlu disikapi secara tertib agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat. Kami siap membantu BULOG dan Pemerintah Kota dalam menjaga situasi tetap kondusif," ujar Hendri.
Bhabinkamtibmas Kenali Besar, Syahrial Wento, turut mendampingi proses penyelesaian melalui musyawarah tingkat kelurahan. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi bagian sinergi lintas unsur dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memastikan setiap persoalan diselesaikan lewat komunikasi serta mekanisme yang berlaku.
Dengan tuntasnya penyaluran, Pemerintah Kelurahan Kenali Besar memastikan 1.684 PBP tercatat menerima Bantuan Pangan Beras 30 kilogram sesuai ketentuan. Penyelesaian aspirasi warga melalui koordinasi dan musyawarah menjadi penanda komitmen seluruh pihak menjaga program tetap tertib, transparan, dan akuntabel.