Pencarian

Mendagri Tito Karnavian Lepas 125 Truk Genteng Purwakarta untuk Program Gentengisasi Prabowo

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:42:32 WIB
Mendagri Tito Karnavian Lepas 125 Truk Genteng Purwakarta untuk Program Gentengisasi Prabowo
Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait melepas 125 truk pengangkut genteng di Kecamatan Plered, Purwakarta.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait melepas 125 truk pengangkut 500 ribu keping genteng dari Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Rombongan truk itu mengangkut genteng berstandar SNI produksi UMKM Plered untuk mendukung Program Gentengisasi arahan Presiden Prabowo Subianto. Pelepasan berlangsung Jumat (2/10) dan menyasar sejumlah daerah di Jawa Barat.

PURWAKARTA — Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyebut kehadirannya bersama Menteri PKP Maruarar Sirait di Purwakarta semata menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto. "Jadi gini, saya dengan Pak Ara Sirait datang ke sini, ini atas perintah Presiden Bapak Prabowo untuk gentengisasi," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Program Gentengisasi diarahkan untuk mendorong penggunaan genteng pada rumah warga sekaligus menggerakkan industri genteng dalam negeri. Data yang dipegang Mendagri menunjukkan baru sekitar 57 persen rumah di Indonesia memakai genteng, sisanya memakai seng dan asbes.

Mengapa Genteng Dipilih: Tahan Panas dan Tidak Bising saat Hujan

Menurut Tito, genteng punya keunggulan kenyamanan karena mampu menahan panas dan tidak menimbulkan suara bising ketika hujan. Alasan itu, katanya, sejalan dengan gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang kerap disampaikan Presiden Prabowo.

Penggunaan genteng tanah liat juga dinilai sebagai bagian dari karakter arsitektur Indonesia yang berkembang sejak lama. "Bapak Presiden ingin agar rumah ini bagusnya dikasih genteng. Tahu enggak kenapa? Satu, adem. Bener nih, adem. Karena genteng tahan panas, tengah-tengahnya ada aliran udara dibanding seng," ujarnya.

Jawa Barat Jadi Sentra Terbesar, 13 Persen Rumah Belum Bergenteng

Jawa Barat disebut sebagai salah satu sentra produksi genteng terbesar dengan sekitar 87 persen rumah telah menggunakan genteng. Sisa 13 persen menjadi sasaran pengiriman berikutnya, termasuk ke daerah sekitar Purwakarta dan wilayah Sumatera.

"Jadi, khusus Jawa Barat, banjirin Jawa Barat yang masih 13 persen belum menggunakan genteng. Banjirin lagi daerah-daerah sekitarnya, di Sumatera dan lain. Banjirin dari Purwakarta, nyebrang kirim genteng ke sana," ungkap Tito.

Peningkatan permintaan genteng diyakini memberi efek berganda bagi perekonomian warga, mulai dari produsen dan penjual genteng hingga sektor transportasi. Menteri PKP juga telah mendorong pengembang agar memakai genteng tanah liat pada rumah subsidi, rumah bantuan, dan program bedah rumah.

Genteng Plered untuk Program BSPS di Jawa Barat

Sebanyak 125 truk tersebut mengangkut genteng yang telah terstandardisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) ke sejumlah daerah di Provinsi Jabar. Genteng diproduksi UMKM di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Rencananya, genteng itu difungsikan untuk mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jabar. Tito berharap Program Gentengisasi dapat menggerakkan sentra produksi genteng di berbagai daerah, termasuk Purwakarta, Majalengka, Kebumen, dan Yogyakarta.

"Terima kasih kepada Bapak Ara Sirait yang sudah 'memaksa-maksa' developer untuk beli genteng. Dan terima kasih kepada Pak Prabowo yang punya ide dan perintahkan kita semua untuk membuat program ini," tuturnya.

Turut hadir pada acara itu Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Kepala BPKP Aryanto Wibowo, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Herman Suryatman, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Bupati Majalengka Eman Suherman, serta pejabat terkait lainnya.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks