Pencarian

PLN-Pelindo Resmikan OPS 1 MVA di Tanjung Priok, Awal dari 24 Unit

Jumat, 18 September 2026 • 14:22:01 WIB
PLN-Pelindo Resmikan OPS 1 MVA di Tanjung Priok, Awal dari 24 Unit

JAMBI — PT PLN (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas total 1 megavolt ampere (MVA) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (18/9/2026). Fasilitas ini menjadi unit pertama dari rencana pengembangan 24 unit OPS di kawasan pelabuhan terbesar Indonesia tersebut. Kehadirannya memungkinkan kapal bersandar mematikan mesin diesel dan beralih ke listrik dari darat, langkah awal dekarbonisasi sektor maritim.

Paragraf pembuka: Dua unit OPS yang diresmikan masing-masing berkapasitas 500 kilovolt ampere (kVA). Fasilitas ini dibangun dan dioperasikan oleh PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), perusahaan patungan antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim. Peresmian menandai dimulainya program pengembangan 24 unit OPS di Tanjung Priok yang digarap kedua BUMN melalui skema sinergi.

Mengapa OPS Penting bagi Pelabuhan

Selama ini kapal yang bersandar di pelabuhan tetap menyalakan mesin diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik operasionalnya. Cara itu menyumbang emisi gas rumah kaca di kawasan pelabuhan dan menambah polusi udara sekitar.

OPS memutus ketergantungan tersebut. Kapal bisa mematikan mesin dan menyedot listrik dari darat selama bersandar. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan fasilitas ini jadi solusi pengurangan emisi.

"Kehadiran fasilitas OPS di Tanjung Priok menjadi solusi untuk mengurangi emisi dari kapal selama bersandar di pelabuhan. Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan," kata Darmawan dalam keterangannya.

Sinergi BUMN dan Pemanfaatan Energi Domestik

Darmawan menyebut penyediaan listrik untuk OPS menunjukkan kesiapan infrastruktur kelistrikan PLN melayani kebutuhan energi di kawasan pelabuhan. Elektrifikasi sektor maritim menuntut pasokan listrik andal agar operasional kapal selama bersandar tetap lancar.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya mendorong dekarbonisasi industri lewat pengembangan Green Port. Ia juga menyoroti sisi ekonominya.

"Ini adalah bentuk sinergi BUMN dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhan melalui pemanfaatan energi domestik, sekaligus mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku usaha di bidang maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan," tambah Darmawan.

Siapa yang Diuntungkan

Operator kapal jadi pihak pertama yang merasakan dampaknya. Biaya bahan bakar selama bersandar turun karena mesin diesel tidak perlu menyala terus. Waktu bongkar-muat pun bisa lebih efisien.

Pelaku usaha di sektor maritim juga diuntungkan lewat penghematan operasional. Sementara warga sekitar pelabuhan mendapat manfaat tidak langsung berupa udara yang lebih bersih jika program 24 unit OPS rampung seluruhnya.

Bagi PLN, proyek ini membuka ceruk pasar baru di sektor kelistrikan maritim — segmen yang selama ini belum tergarap optimal. Pelindo sendiri memperkuat posisi Tanjung Priok sebagai pelabuhan yang siap standar lingkungan internasional.

Penutup: Peresmian dua unit OPS baru ini masih tahap awal dari target 24 unit di Tanjung Priok. Jika konsisten dijalankan, proyek ini bisa jadi cetak biru elektrifikasi pelabuhan lain di Indonesia sekaligus memperkuat posisi PLN dan Pelindo dalam rantai dekarbonisasi sektor maritim nasional.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks