Pencarian

Pertamina NRE Olah 300 Ton Sampah Bandung Jadi Bahan Bakar Alternatif

Kamis, 17 September 2026 • 09:05:01 WIB
Pertamina NRE Olah 300 Ton Sampah Bandung Jadi Bahan Bakar Alternatif

JAMBI — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengembangkan proyek percontohan pengelolaan sampah terdesentralisasi di Kota Bandung, Jawa Barat, dengan kapasitas olah sekitar 300 ton sampah perkotaan per hari. Proyek ini dirancang mengubah sampah menjadi material daur ulang dan bahan bakar alternatif pengganti fosil. Langkah itu menandai masuknya Pertamina NRE ke bisnis pengolahan sampah perkotaan yang selama ini didominasi pemerintah daerah.

Skema Pengolahan 300 Ton Sampah per Hari

Dalam konsep awalnya, fasilitas DWM dirancang mengolah sekitar 300 ton sampah perkotaan (municipal solid waste/MSW) per hari. Prosesnya melalui rangkaian teknologi pemilahan mekanis dan pemulihan material.

Alurnya mencakup pembukaan kantong sampah (bag opening), penyaringan (screening), pemisahan magnetik (magnetic separation), pemisahan balistik (ballistic separation), hingga pemisahan arus eddy (eddy current separation). Rangkaian itu memisahkan material bernilai daur ulang, fraksi organik atau fines, serta fraksi mudah terbakar (combustible) untuk diproses lebih lanjut.

Fraksi combustible kemudian melalui pencacahan, pengeringan, pencampuran, dan pengendalian kualitas. Hasil akhirnya berupa Solid Recovered Fuel (SRF) dengan karakteristik lebih konsisten.

Dari Sampah Jadi Bahan Bakar Pengganti Fosil

SRF berpotensi menggantikan sebagian bahan bakar fosil, baik melalui co-firing pada pembangkit listrik maupun untuk kebutuhan energi industri. Skema ini membuka peluang bagi Pertamina NRE masuk ke rantai pasok bahan bakar alternatif bagi sektor ketenagalistrikan dan manufaktur.

Director Proyek & Operasi Pertamina NRE Norman Ginting menegaskan posisi sampah dalam proyek ini bukan sebagai beban, melainkan aset.

"Sampah tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Melalui proyek ini, kita ingin mendorong transformasi dari waste menjadi resource, dan selanjutnya dari waste menjadi value," ujar Norman dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Mengapa Bandung dan Apa Artinya bagi Warga

Bandung dipilih sebagai lokasi percontohan karena volume sampah perkotaannya terus menekan kapasitas tempat pembuangan akhir. Kehadiran fasilitas DWM berkapasitas 300 ton per hari berpotensi mengurangi beban TPA sekaligus menekan emisi metana dari tumpukan sampah organik yang membusuk.

Bagi warga, manfaat langsungnya adalah berkurangnya tumpukan sampah di lingkungan dan potensi munculnya lapangan kerja di sektor pemilahan serta pengolahan material. Bagi industri, SRF menjadi opsi energi yang lebih murah dan berjejak karbon lebih rendah dibanding batu bara.

Penutup: Proyek DWM menempatkan Pertamina NRE bukan hanya sebagai produsen energi terbarukan, tetapi juga pemain di rantai pengelolaan sampah perkotaan. Jika percontohan Bandung berjalan sesuai rencana, model ini berpeluang direplikasi ke kota-kota lain yang menghadapi persoalan serupa.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks