KERINCI — Kopi Robusta Bukit 30 dari Tebo ikut meramaikan Festival Pesta Rakyat Kopi Korintji 2026 yang diselenggarakan Koperasi ALKO bersama sejumlah mitra. Kegiatan ini menjadi ruang promosi dan ajang pertemuan petani, pelaku usaha, komunitas, serta industri kopi untuk membangun ekosistem kopi berkelanjutan.
Melalui festival ini, potensi kopi lokal Tebo dibawa ke ruang yang lebih luas. Peluang pengembangan kualitas, hilirisasi, dan akses pasar pun terbuka lebih besar.
Dorong Ekspor Lima Kontainer per Pekan
Suryono, CEO PT Alko Sumtra Kopi, menjelaskan pentingnya peningkatan jumlah ekspor kopi. Menurutnya, dalam satu pekan bisa mencapai lima kontainer.
"Festival Rakyat-Petani kopi akan kita galakan" sebagai wujud nyata dukungan kepada petani kopi dalam menjaga kualitas dan kuantitas, ujarnya.
Kopi sebagai Bagian Konservasi Lewat Agroforestri
Jhe Edhyanto, founder Etalase Ekosistem Indonesia, bersama sejumlah penggiat dan KUPS lanskap Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Tebo, mengoordinasikan asosiasi dan komunitas kopi. Ia juga menjabat sebagai Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI) perwakilan Provinsi Jambi.
Menurutnya, potensi kopi dari berbagai daerah, termasuk Robusta Bukit 30 Tebo, perlu ditempatkan dalam ekosistem yang lebih luas. Petani tidak cukup hanya didorong menaikkan produksi, tetapi juga harus mendapat akses pengetahuan, pengolahan pascapanen, peningkatan mutu, jejaring pasar, dan pembiayaan.
"Kopi bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari konservasi. Melalui agroforestri, peningkatan nilai kopi dapat berjalan bersama dengan upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani."
Model Lanskap dan Agroforestri untuk Tebo
Pengembangan kopi ke depan perlu memperkuat keterhubungan antara petani, kualitas, pengolahan, pasar, dan konservasi. Model itu dinilai relevan bagi wilayah penghasil kopi seperti Tebo yang punya potensi pengembangan berbasis lanskap dan agroforestri.
Festival Pesta Rakyat Kopi Korintji 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi tersebut. Dari Bukit 30 Tebo, kopi tidak hanya membawa rasa, tetapi juga cerita tentang petani, ekonomi, dan konservasi.
Kegiatan serupa tidak menutup kemungkinan digelar di daerah lain yang memiliki potensi kopi dan petani sesuai kriteria. Festival ini menjadi ajang promosi potensi kopi daerah dengan tetap memperhatikan kehidupan konservasi di sekitarnya.