JAMBI — Minat wisatawan terhadap destinasi berbasis kebudayaan lokal dan kelestarian lingkungan terus tumbuh. Mereka beralih dari liburan mewah ke pengalaman yang lebih tenang dan dekat dengan alam. Keunikan tradisi, keindahan alam yang masih asri, serta keramahan masyarakat lokal menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di perkotaan modern.
Mengapa Desa Wisata Kian Dilirik
Konten kreator asal Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Bongsu Harahap, menilai desa-desa di Indonesia memiliki potensi luar biasa besar untuk mendunia. Menurutnya, wisatawan domestik maupun mancanegara tidak lagi sekadar mencari tempat liburan mewah.
"Sekarang ini, wisatawan domestik maupun mancanegara tidak lagi sekadar mencari tempat liburan yang mewah, tapi mereka mencari pengalaman batin dan cerita yang khas. Desa wisata menawarkan itu semua, mulai dari kearifan lokal, keindahan alam yang murni, hingga kehangatan interaksi dengan masyarakatnya. Ini adalah kekuatan besar kita," ujar Bongsu saat acara Teras Pro 2 RRI Sibolga, Minggu, 13 September 2026.
Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi bertema potensi desa wisata di Sibolga, Sumatra Utara. Bongsu sendiri aktif mempromosikan keindahan alam dan budaya lokal Tapanuli Selatan melalui konten digital.
Peran Media Sosial Angkat Potensi Pelosok
Media sosial dan platform digital dinilai memegang peranan penting menjembatani potensi tersembunyi di daerah pelosok. Bongsu menyebut semakin banyak anak muda di daerah yang mengangkat potensi desa mereka lewat konten digital.
"Anak-anak muda di daerah, kini semakin banyak yang mengangkat potensi desa mereka melalui konten digital. Kalau dikelola dengan baik dan konsisten, desa wisata bukan cuma menyelamatkan lingkungan dan budaya, tapi juga mendongkrak ekonomi masyarakat desa secara nyata. Desa wisata akan menjadi masa depan pariwisata kita," tambahnya.
Apa yang Dicari Wisatawan di Desa Wisata
- Pengalaman batin dan cerita khas yang tidak ditemukan di destinasi konvensional
- Kearifan lokal yang masih terjaga, dari tradisi hingga kehidupan sehari-hari warga
- Keindahan alam yang murni dan belum banyak tersentuh pembangunan modern
- Interaksi langsung dengan masyarakat desa yang ramah
- Suasana tenang sebagai pelarian dari hiruk-pikuk perkotaan
Sejalan dengan Pariwisata Berkelanjutan
Pengembangan desa wisata dinilai sejalan dengan konsep pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism. Masyarakat lokal dilibatkan langsung sebagai pelaku utama, sehingga roda perekonomian desa berputar mandiri tanpa merusak ekosistem alam.
Model ini berbeda dari wisata massal yang kerap meninggalkan dampak lingkungan. Dengan desa sebagai pengelola, keuntungan ekonomi cenderung bertahan di komunitas setempat.
Tips Menjelajah Desa Wisata
- Pilih desa yang sesuai minat: budaya, alam, atau kombinasi keduanya
- Datang dengan sikap terbuka terhadap kebiasaan dan adat setempat
- Beli produk warga sebagai bentuk dukungan ekonomi langsung
- Bawa perlengkapan sesuai medan, karena akses desa pelosok bisa terbatas
- Konfirmasi ketersediaan penginapan dan akses transportasi via dinas pariwisata setempat sebelum berangkat
Sinergi antara potensi lokal, kreativitas generasi muda, dan pemanfaatan teknologi membuat desa-desa wisata di Indonesia berpeluang berdiri sejajar dengan pariwisata kelas dunia. Untuk traveler yang merencanakan liburan keluarga atau solo, desa wisata menawarkan pengalaman berbeda: lebih dekat dengan alam, budaya, dan warga lokal.