JAMBI — Replika masjid kebanggaan daerah itu berdiri megah di atas kendaraan hias, berpadu dengan kemeriahan pawai yang turut diramaikan pasukan berkuda dari santri tuan rumah. Pawai dilepas pukul 19.00 WIB dan berakhir di Kawasan Tugu Keris Siginjai.
Kontingen Merangin tidak tampil sendirian. Ribuan penonton memadati sepanjang rute, menyaksikan defile kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Mobil hias berbentuk Masjid Baitul Makmur dipilih sebagai simbol identitas daerah. Replika itu menjadi penanda visual yang membedakan kafilah Merangin dari kontingen lain di sepanjang rute pawai.
Kekompakan barisan ikut menentukan. Sebanyak 62 orang anggota kafilah berbaris rapi mengiringi kendaraan hias, lengkap dengan busana senada.
Asisten I Setda Merangin sekaligus Ketua Official MTQH Kabupaten Merangin, Sukoso, hadir mewakili Bupati Merangin M. Syukur. Sukoso menyebut penampilan kafilah malam itu sebagai wujud kesiapan mental dan kekompakan tim.
"Kami sangat bangga dan terpesona melihat penampilan memukau kafilah Merangin malam ini. Mobil hias Masjid Baitul Makmur yang kita tampilkan berhasil mencuri perhatian publik dan menjadi simbol kebanggaan identitas daerah Kabupaten Merangin," ujar Sukoso di sela acara.
Menurut Sukoso, penampilan luar biasa itu adalah wujud kesiapan mental, kekompakan, dan semangat tinggi kafilah. Ia berharap energi positif tersebut terbawa hingga rangkaian lomba.
"Semoga ini menjadi energi positif bagi kafilah Merangin untuk meraih prestasi gemilang sepanjang gelaran MTQH ke-55 ini," katanya.
Pawai Ta'aruf menjadi ajang pembuka sebelum MTQH ke-55 Provinsi Jambi resmi dibuka pada Minggu malam (1/11). Kafilah Merangin akan melanjutkan perjuangan di seluruh cabang yang dilombakan.
Pawai ta'aruf sendiri diikuti lebih dari 3.000 peserta dari kontingen kabupaten dan kota. Pasukan berkuda dari santri tuan rumah menambah semarak iring-iringan sepanjang rute.