Kolam Retensi Kota Jambi Ditargetkan Rampung Akhir November 2026, Edi Purwanto Tinjau Progres dan Soroti Nilai Ekonomi Kawasan

Penulis: Faisal Zuber  •  Minggu, 01 November 2026 | 09:01:01 WIB
Edi Purwanto meninjau progres pembangunan Kolam Retensi Kota Jambi yang ditargetkan rampung akhir November 2026.

JAMBI — Edi Purwanto menilai progres pekerjaan kolam retensi sudah sesuai harapan. Ia mengakui sebagian warga sempat pesimistis saat pengerjaan awal, namun kini optimistis target penyelesaian bisa tercapai.

"Saya bersama Pak Wali Kota bahagia melihat progres dari kolam retensi ini. Mungkin ada sebagian masyarakat yang pada saat awal pengerjaan pesimis. Alhamdulillah, kita optimistis. Insya Allah tercapai," ujar Edi.

Bukan Sekadar Infrastruktur Pengendali Banjir

Keberhasilan kolam retensi, menurut Edi, tidak cukup diukur dari selesainya konstruksi. Tata kelola kawasan setelah pembangunan juga perlu disiapkan agar manfaatnya berkelanjutan.

Kawasan tersebut dinilai berpotensi menjadi ruang aktivitas ekonomi, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Nilai estetika kawasan juga diharapkan menampilkan wajah Kota Jambi yang lebih menarik.

"Kolam retensi ini tidak hanya untuk pengendalian banjir, tetapi juga nanti akan muncul nilai ekonomisnya, seperti pengembangan UMKM. Estetikanya juga nanti semoga dibuat lebih menarik sehingga menampilkan wajah Kota Jambi yang lebih indah," katanya.

Lahan 2 Hektare di Kembar Lestari Disiapkan untuk Perluasan

Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan lahan cadangan seluas sekitar dua hektare di kawasan Perumahan Kembar Lestari. Lahan itu diproyeksikan memperluas sistem pengendalian banjir yang sudah berjalan.

Edi meminta BWS Sumatera VI segera mengkaji kelayakan lahan melalui Feasibility Study. Kajian dibutuhkan untuk memastikan kesiapan teknis dan perencanaan infrastruktur berikutnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari gagasan Jambi Flood Control, yakni sistem pengendalian banjir terpadu di Kota Jambi. Edi menekankan penanganan banjir tidak boleh dilakukan hanya di satu titik.

"Kita ingin cita-cita menciptakan Jambi Flood Control ini benar-benar terwujud. Jadi, penanganan banjir tidak boleh hanya dilakukan di satu titik, tetapi harus direncanakan secara menyeluruh dan terintegrasi," ujarnya.

Dorong Grand Design Nasional Penanganan Banjir Perkotaan

Persoalan banjir perkotaan bukan hanya tantangan Kota Jambi. Edi menyebut perubahan kondisi lingkungan, perkembangan permukiman, serta keterbatasan drainase membuat kota-kota lain di Indonesia menghadapi masalah serupa.

Ia mengaku telah menyampaikan persoalan itu kepada Menteri Pekerjaan Umum. Menurut Edi, pemerintah pusat perlu memiliki rancangan besar nasional untuk penanganan banjir di kawasan perkotaan.

"Saya sudah sampaikan kepada Menteri PU bahwa di kota-kota Indonesia, hujan dua sampai tiga jam saja sudah banjir. Sehingga kita harus punya grand design nasional untuk penanganan banjir, khususnya untuk kota-kota Indonesia," katanya.

Jika mampu mengurangi genangan dan banjir hingga 60–80 persen, Kolam Retensi Kota Jambi dinilai berpotensi menjadi percontohan pengendalian banjir nasional.

"Kalau ini berhasil mengurangi 60–80 persen banjir di Kota Jambi, tentu ini akan menjadi percontohan, pilot project pengendalian banjir nasional," pungkasnya.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: jambiupdate.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top