JAMBI — Wind Chaser Cooling Stand menjadi produk pertama Huawei yang memakai pendinginan udara berbasis piezoelectric. Bodi perangkat terbuat dari paduan aluminium dengan bobot sekitar 27 gram, sehingga tidak membebani ponsel saat menempel di bagian belakang.
Dudukan ini memiliki engsel tersembunyi yang bisa dibuka hingga 110 derajat. Pengguna dapat memakai ponsel secara vertikal maupun horizontal saat perangkat menempel.
Kipas pada Wind Chaser tidak memakai baling-baling berputar seperti kipas mini umumnya. Sebagai gantinya, lembaran keramik tipis bergetar sangat cepat untuk menggerakkan udara.
Laporan menyebut ketebalan lembaran hanya 0,65 mm dengan getaran sekitar 29.000 kali per detik. Material piezoelectric berubah bentuk ketika dialiri listrik, sehingga lembaran dapat bergetar tanpa motor dan bilah.
Desain semacam ini biasanya menghasilkan bentuk yang sangat tipis dan tingkat kebisingan lebih rendah. Huawei mengklaim kecepatan angin pada lubang keluar lebih dari 100 persen lebih tinggi dibanding kipas mekanis mini tradisional.
Huawei membanderol Wind Chaser Cooling Stand 299 yuan atau sekitar 45 dolar AS. Penjualan dijadwalkan mulai 7 November 2026 melalui toko online Huawei, peritel resmi, dan toko pengalaman Huawei.
Harga dan jadwal tersebut berlaku di Tiongkok, bukan harga resmi untuk Indonesia. Belum ada informasi nominal rupiah maupun jadwal peluncuran di pasar Indonesia.
Huawei belum mengumumkan rencana distribusi Wind Chaser ke luar Tiongkok. Bagi pengguna di Indonesia, status ketersediaan perangkat ini masih menunggu pengumuman resmi dari Huawei Indonesia.
Jika masuk pasar lokal, aksesori pendingin seperti ini menyasar pengguna yang sering bermain gim berat atau merekam video dalam durasi panjang. Panas berlebih pada ponsel umumnya menurunkan performa dan mempercepat penurunan daya baterai.