Dinsos Kota Jambi Buka Terapi Gratis Disabilitas dan Lansia di Kecamatan, Mulai Januari 2026

Penulis: Rizal Hamdani  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 06:31:31 WIB
Petugas Dinas Sosial Kota Jambi melayani terapi okupasi dan fisioterapi bagi penyandang disabilitas serta lansia di kecamatan sasaran.

JAMBI — Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Jambi Rachman Muchlis menyatakan layanan tersebut merupakan program Kementerian Sosial yang diperluas jangkauannya lewat kerja sama dengan pemerintah daerah. Jadwal pelayanan berlangsung setiap Rabu dengan sistem bergiliran antar-kecamatan sasaran.

Pemilihan lokasi tidak dilakukan sembarangan. Dinsos menghitung jumlah penyandang disabilitas di tiap kelurahan, lalu memprioritaskan wilayah dengan populasi terbanyak.

Biaya Fisioterapi Jadi Alasan Utama

Menurut Rachman, mahalnya biaya terapi menjadi penghalang utama bagi keluarga kurang mampu. Fisioterapi dan terapi jenis lain dinilai terlalu berat untuk kantong warga berpenghasilan rendah.

"Biaya fisioterapi dan terapi lainnya cukup besar bagi keluarga kurang mampu," katanya.

Karena itu, Dinsos berupaya memangkas jarak dan biaya sekaligus. Warga tidak perlu datang ke sentra rehabilitasi di pusat kota, cukup menunggu jadwal layanan di kecamatan masing-masing.

Terapi Okupasi hingga Penanganan Pascastroke

Program menyediakan dua jenis layanan: terapi okupasi dan terapi fisik. Sasaran utamanya penyandang disabilitas serta lansia yang mengalami gangguan fungsi tubuh, terutama akibat stroke.

Rachman menegaskan terapi memang perlu dijalani rutin. Empat kali pertemuan belum tentu menyembuhkan, tetapi cukup membantu memperbaiki kondisi penerima manfaat secara bertahap.

Dua Kecamatan Tak Masuk Sasaran, Ini Alasannya

Kecamatan Palmerah dan Jambi Selatan tidak termasuk dalam daftar layanan keliling. Alasannya praktis: kedua wilayah itu relatif dekat dengan Sentra Alyatama, sehingga warga bisa langsung mengakses layanan di sana.

Warga yang masuk kategori Desil 1-5 dapat mengikuti seluruh rangkaian terapi tanpa dipungut biaya. Dinsos berharap skema ini membuat akses rehabilitasi bagi keluarga kurang mampu lebih mudah dan berkelanjutan, tidak berhenti pada satu kali kunjungan.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top