JAMBI — Pemantauan melibatkan Pemerintah Provinsi Jambi, TNI, BMKG, Basarnas, BNPB, dan BPBD. Rombongan menumpang helikopter TNI AD jenis MI-17V5 registrasi HA-5159 yang lepas landas dari Bandara Sultan Thaha Jambi pukul 11.11 WIB dan mendarat di lapangan Kecamatan Berbak pukul 13.53 WIB.
Dari titik pendaratan, tim melanjutkan perjalanan ke lokasi kebakaran melalui jalur darat dan jalur air lewat akses Sungai Rambut. Pemantauan gabungan ini untuk mengetahui kondisi terkini, mendukung mobilisasi personel dan logistik, serta memperkuat koordinasi penanganan karhutla.
Hasil pemantauan memperkirakan luas lahan terbakar mencapai 186 hektare. Rinciannya, sekitar 11 hektare kebun sawit milik masyarakat yang berbatasan dengan kawasan TNBS dan sekitar 175 hektare semak belukar di Desa Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Kedua lokasi di luar kawasan hutan itu dilaporkan sudah berhasil dipadamkan. Sisa penanganan kini terpusat di dalam kawasan TNBS yang masih menyisakan 5,5 hektare titik terbakar.
Tim gabungan menyesuaikan metode penanganan dengan kondisi lapangan dan akses menuju titik api. Pendinginan dilakukan agar bara tidak kembali menyala setelah pemadaman awal.
Usai memantau TNBS, rombongan mengecek sumber air atau water intake di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh Ilir, dekat PT BBS, sekitar pukul 16.00 WIB. Pengecekan ini untuk memastikan ketersediaan air bagi operasi pemadaman.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyatakan pemantauan udara dan darat memperkuat koordinasi lintas instansi di Provinsi Jambi.
"Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, maupun masyarakat. Pemantauan secara langsung sangat penting untuk mengetahui kondisi terkini di lapangan, menentukan langkah penanganan yang tepat, serta memastikan titik-titik yang masih terbakar dapat segera ditangani," ujar Erlan menyampaikan pesan Kapolda Jambi.
Polda Jambi bersama unsur terkait akan terus mendukung pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak. Langkah pencegahan juga diperkuat agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan lain.
Erlan meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran. Partisipasi warga dinilai krusial untuk mencegah karhutla meluas dan menjaga kelestarian lingkungan.
Polda Jambi menegaskan komitmen bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemantauan, pemadaman, dan pendinginan hingga pencegahan serta penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.