JAMBI — Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Marcos Santos setelah hanya mampu mengumpulkan 6 poin dari 6 laga awal BRI Super League 2026/2027. Kekosongan kursi pelatih kepala kini mengarah ke nama Joel Cornelli, eks pelatih Singo Edan musim 2024 yang baru berpisah dari Timnas Putri Malaysia.
Pemecatan pelatih asal Brasil itu diumumkan pada Jumat (22/10/2026), menyusul rentetan hasil buruk yang membuat manajemen kehilangan kesabaran. Arema tidak meraih satu pun kemenangan dalam lima pertandingan beruntun sebelum keputusan diambil.
Untuk sementara, Andre Caldas yang sebelumnya menjabat asisten pelatih naik sebagai pelatih sementara. Andre dianggap memenuhi syarat memimpin tim karena telah mengantongi lisensi setara A Pro.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, menegaskan pihaknya masih mempertimbangkan banyak aspek sebelum menunjuk pelatih kepala definitif.
"Untuk saat ini, kami mempertimbangkan banyak aspek. Manajemen harus bertindak bijak demi kebaikan jangka panjang tim," jelas Yusrinal, Sabtu (24/10/2026).
Sinyal tidak terburu-buru itu terlihat dari rencana manajemen memantau hasil beberapa pertandingan ke depan bersama Andre di kursi pelatih. Evaluasi internal menjadi dasar sebelum keputusan akhir diambil.
Nama Joel Cornelli muncul paling sering di media sosial dibanding kandidat lain seperti Mauricio Souza, Paul Munster, dan Jan Olde Riekerink. Pelatih asal Brasil itu baru saja mengumumkan perpisahan dengan Timnas Putri Malaysia melalui akun Instagram.
Unggahan tersebut dibanjiri komentar Aremania yang sebagian besar menuliskan pesan "Welcome back, Coach". Joel bukan sosok asing bagi publik Malang, ia pernah menangani Arema pada musim 2024.
Meski begitu, Joel belum memberi tanggapan soal kemungkinan kembali ke Arema. Bola.com telah mencoba menghubunginya untuk konfirmasi, tetapi hingga kini belum ada balasan.
Joel melatih Arema pada musim 2024, tetapi hanya bertahan 15 pertandingan. Ia didepak setelah tiga kali gagal meraih kemenangan beruntun, yakni kalah dari Persebaya Surabaya dan Persik Kediri serta imbang melawan Persis Solo.
Keputusan itu sempat mengejutkan. Saat itu Arema berada di urutan 9 dengan 22 poin dan masih punya kans mendekati lima besar, tetapi manajemen menilai target tidak terpenuhi.
Dari 15 laga tersebut, Joel mencatatkan 6 kemenangan, 4 imbang, dan 5 kekalahan. Arema sempat menunjuk Kuncoro sebagai pengganti sementara selama sebulan sebelum Ze Gomes mengambil alih. Singo Edan mengakhiri musim 2024/2025 di urutan 10.
Selain Joel, nama Mauricio Souza, Paul Munster, dan Jan Olde Riekerink ikut disebut sebagai kandidat. Ketiganya punya pengalaman menangani klub Indonesia, meski belum ada pendekatan resmi yang terkonfirmasi.
Arema kini menempati posisi rawan di papan klasemen BRI Super League 2026/2027 dengan koleksi 6 poin dari 6 laga. Hasil di beberapa pertandingan berikutnya akan menentukan arah kebijakan manajemen, termasuk apakah Andre Caldas dipertahankan atau kursi pelatih kepala diserahkan ke nama baru.