JAMBI — Adam DiMarco, bintang breakout The White Lotus season 2, resmi bergabung sebagai pemeran utama drama Dark Ocean, debut film layar lebar rumah produksi Islandia, Glassriver. Aktor asal Kanada itu akan beradu akting dengan Baltasar Kormákur dan Ólafur Darri Ólafsson, dengan pengambilan gambar dijadwalkan mulai Maret 2027 di Islandia dan St. John's, Kanada.
Aktor Kanada Adam DiMarco, yang namanya melambung lewat musim kedua The White Lotus, dikonfirmasi menjadi pemeran utama Dark Ocean. Proyek ini menandai langkah perdana Glassriver sebagai produser film panjang setelah sebelumnya dikenal lewat sederet serial televisi Islandia.
DiMarco akan memerankan Hákon, pria 28 tahun kelahiran Kanada yang baru tiga tahun tinggal di Islandia. Demi menafkahi kekasihnya yang tengah mengandung anak pertama, Hákon bergabung dengan kapal penangkap ikan di Atlantik Utara untuk pelayaran panjang pertamanya.
Kehidupan di atas kapal ternyata jauh lebih keras dari bayangan Hákon. Ia harus berhadapan dengan ganasnya samudra sekaligus kru yang tak kenal kompromi, di tengah lingkungan yang diatur aturannya sendiri.
Ketegangan memuncak saat nyawa awak kapal mulai terancam. Hákon pun dihadapkan pada harga psikologis dari bertahan hidup di dunia yang sangat maskulin, dibentuk oleh duka, keheningan, dan toxic masculinity.
Baltasar Kormákur, sineas di balik Everest dan 2 Guns, didapuk memerankan Kapten Andri. Sementara Ólafur Darri Ólafsson, yang dikenal lewat Severance dan Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald, memerankan karakter bernama Höddi.
Film ini disutradarai Baldvin Z, salah satu pemilik Glassriver yang sebelumnya menggarap serial Black Sands dan film Let Me Fall. Naskahnya ditulis Matthías Tryggvi Haraldsson.
Baldvin menyebut pencarian aktor untuk karakter Hákon memakan waktu lama. Menurutnya, sosok itu harus mampu masuk ke dunia laki-laki yang brutal sebagai orang luar dan membiarkan penonton melihatnya lewat sudut pandangnya.
"Adam punya kerapuhan dan kehangatan yang langsung menarik perhatian saya, tapi ada juga sesuatu yang tak terduga di baliknya, kekuatan tenang yang terasa tepat untuk Hákon," ujar Baldvin Z seperti dikutip dari keterangannya.
Ia menambahkan, Dark Ocean pada intinya bicara soal rasa memiliki dan sistem yang membentuk anak muda menjadi laki-laki seperti mereka nantinya.
Dark Ocean diproduksi bersama Terminal City Pictures dari Kanada, dengan Rocket Science menangani penjualan global. Guðgeir "Gucci" Arngrímsson mewakili Glassriver sebagai produser, didampingi Christine Haebler dari Terminal City Pictures.
Christine menyebut proyek semacam Dark Ocean jarang muncul. "Sebuah kehormatan bisa bekerja dengan para pemain luar biasa dan tim Glassriver yang berbakat," katanya.
Di balik layar, Valdís Óskarsdóttir dipercaya sebagai editor, dikenal lewat karyanya di Eternal Sunshine of the Spotless Mind. Komposer Kanada Anne Nikitin mengisi musik, sementara proses syuting direncanakan berlangsung di Islandia dan St. John's, provinsi Newfoundland, Kanada.
Bagi DiMarco, Dark Ocean menjadi pijakan baru setelah The White Lotus menempatkannya di radar industri Hollywood. Glassriver sendiri sedang memperluas portofolio, dengan sejumlah serial seperti Avalanche, Konráð, dan Reykjavik Noir dalam pipeline produksi mereka.