JAMBI — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan ritel ikut menguat 15,4% menjadi 676.223 unit, dari sebelumnya 585.926 unit pada periode yang sama 2025. Kenaikan terjadi di dua jalur distribusi sekaligus, baik wholesales maupun penjualan ke konsumen langsung.
Di tingkat merek, Toyota masih memimpin dengan distribusi 197.809 unit dan pangsa pasar 29,1%. Daihatsu menyusul di posisi kedua dengan 112.442 unit.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyebut pengadaan armada komersial berbasis anggaran pemerintah sebagai salah satu pendorong utama pasar. Program seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap kendaraan rakitan lokal.
Deretan model yang masuk pengadaan itu antara lain Daihatsu Gran Max, Suzuki Carry, Mitsubishi Fuso, Hino, dan Isuzu. Serapan armada komersial memberi tambahan volume di luar penjualan ritel rumah tangga.
Kukuh menyoroti dua segmen yang tumbuh pesat: mobil listrik dan kendaraan berharga terjangkau. "Penjualan masyarakat umum masih didominasi mobil berharga terjangkau. Porsinya mencapai 70% hingga 80% untuk mobil di kisaran harga di bawah Rp300 juta," tuturnya.
Artinya, daya beli rumah tangga masih terkonsentrasi di kelas entry-level. Pabrikan yang punya lini mobil murah berpeluang besar menambah pangsa hingga akhir tahun.
Toyota memilih jalur elektrifikasi untuk menjaga posisi puncak. Ekspansi lini kendaraan ramah lingkungan menyasar konsumen yang mulai beralih dari mesin bakar konvensional.
Daihatsu mengambil arah berbeda dengan mengoptimalkan potensi pasar kendaraan niaga. Strategi itu sejalan dengan derasnya pengadaan armada dari program pemerintah yang menyerap pikap dan truk ringan.
Dengan tren sembilan bulan pertama yang tumbuh dua digit, kedua produsen masih punya ruang menambah volume sebelum tutup buku 2026. Gaikindo belum membeberkan proyeksi resmi penjualan untuk kuartal IV.