Toyota dan Daihatsu Pacu Penjualan Otomotif Nasional, Wholesales Tembus 679.020 Unit hingga September 2026

Penulis: Rizal Hamdani  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:01:32 WIB
Penjualan ritel otomotif nasional naik 15,4% menjadi 676.223 unit hingga September 2026.

JAMBI — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan ritel ikut menguat 15,4% menjadi 676.223 unit, dari sebelumnya 585.926 unit pada periode yang sama 2025. Kenaikan terjadi di dua jalur distribusi sekaligus, baik wholesales maupun penjualan ke konsumen langsung.

Di tingkat merek, Toyota masih memimpin dengan distribusi 197.809 unit dan pangsa pasar 29,1%. Daihatsu menyusul di posisi kedua dengan 112.442 unit.

Proyek Pemerintah Jadi Penopang Kendaraan Niaga

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyebut pengadaan armada komersial berbasis anggaran pemerintah sebagai salah satu pendorong utama pasar. Program seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap kendaraan rakitan lokal.

Deretan model yang masuk pengadaan itu antara lain Daihatsu Gran Max, Suzuki Carry, Mitsubishi Fuso, Hino, dan Isuzu. Serapan armada komersial memberi tambahan volume di luar penjualan ritel rumah tangga.

Segmen di Bawah Rp 300 Juta Kuasai 70–80% Pasar

Kukuh menyoroti dua segmen yang tumbuh pesat: mobil listrik dan kendaraan berharga terjangkau. "Penjualan masyarakat umum masih didominasi mobil berharga terjangkau. Porsinya mencapai 70% hingga 80% untuk mobil di kisaran harga di bawah Rp300 juta," tuturnya.

Artinya, daya beli rumah tangga masih terkonsentrasi di kelas entry-level. Pabrikan yang punya lini mobil murah berpeluang besar menambah pangsa hingga akhir tahun.

Dua Strategi, Satu Target Akhir Tahun

Toyota memilih jalur elektrifikasi untuk menjaga posisi puncak. Ekspansi lini kendaraan ramah lingkungan menyasar konsumen yang mulai beralih dari mesin bakar konvensional.

Daihatsu mengambil arah berbeda dengan mengoptimalkan potensi pasar kendaraan niaga. Strategi itu sejalan dengan derasnya pengadaan armada dari program pemerintah yang menyerap pikap dan truk ringan.

Dengan tren sembilan bulan pertama yang tumbuh dua digit, kedua produsen masih punya ruang menambah volume sebelum tutup buku 2026. Gaikindo belum membeberkan proyeksi resmi penjualan untuk kuartal IV.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top