JAMBI — Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat Mirah Midadan Fahmid menyoroti pengembangan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah, setelah sebelumnya mendukung padel masuk Pekan Olahraga Provinsi NTB. Dari sekitar 324 ribu UMKM di NTB, lebih dari 99 persen di antaranya berstatus usaha mikro yang butuh pendampingan serius.
Mirah menilai pembinaan UMKM di NTB harus berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar menghitung berapa kali pelaku usaha ikut pameran. Anggota DPD RI itu menyoroti perlunya sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB untuk mendorong kualitas produk, kreativitas, serta lahirnya wirausaha baru.
Data Sistem Informasi Data Tunggal 2024 yang dirujuk Dinas Koperasi UKM NTB mencatat sekitar 324 ribu UMKM di provinsi tersebut. Lebih dari 99 persen di antaranya merupakan usaha mikro.
Menurut Mirah, angka itu menunjukkan pendampingan harus diarahkan pada peningkatan produktivitas, perluasan skala usaha, dan penguatan daya saing. Pelaku usaha juga diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Mirah menegaskan tolok ukur pembinaan bukan jumlah keikutsertaan pameran. Dia menekankan perubahan kualitas produk, perluasan pasar, pertumbuhan omzet, dan penciptaan lapangan kerja sebagai indikator yang harus dicapai.
"Pembinaan UMKM harus menghasilkan perubahan yang nyata. Bukan sekadar berapa kali pelaku usaha mengikuti pameran, tetapi bagaimana kualitas produknya meningkat, pasarnya semakin luas, omzetnya berkembang, dan usahanya mampu menciptakan lapangan kerja baru," ujar Mirah dalam keterangannya.
NTB dinilai punya potensi besar di sektor kerajinan, fesyen, kuliner, dan komoditas berbasis kearifan lokal. Potensi itu perlu ditopang inovasi desain, kualitas produksi, kemasan, serta penguatan identitas merek agar produk lokal punya nilai tambah dan menjangkau pasar lebih luas.
Mirah mencontohkan langkah sederhana yang bisa ditempuh pelaku usaha: perbaikan kemasan, pemilihan bahan, konsistensi kualitas, dan pemanfaatan pemasaran digital. Menurutnya, inovasi tidak selalu menuntut teknologi rumit atau modal besar.
Selain pembenahan produk, Mirah mendorong regenerasi pengusaha melalui pendampingan usaha rintisan. Masyarakat desa yang memiliki produk unggulan masuk dalam sasaran program tersebut.
Langkah ini menyusul dukungan Mirah terhadap padel sebagai cabang olahraga ekshibisi di Porprov NTB. Sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Padel Indonesia Provinsi NTB, dia menilai ajang itu menjadi pijakan pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.