JAMBI — Bayern Munich merespons dua hasil buruk beruntun dengan pesta gol ke gawang RB Leipzig di Allianz Arena. Luis Díaz mencetak hat-trick dalam kemenangan telak yang jadi pemanasan sempurna sebelum menghadapi Arsenal di Liga Champions.
Kekalahan dan hasil imbang di dua laga tandang sebelumnya membuat Bayern Munich tampil garang saat menjamu RB Leipzig. Allianz Arena jadi saksi bagaimana sang juara bertahan Bundesliga membantai tamunya tanpa ampun, dengan Díaz sebagai bintang utama.
Sebelumnya Bayern sempat dibuat frustrasi. Mereka kebobolan gol tercepat Bundesliga di markas Augsburg, lalu tertinggal 1-0 dalam waktu kurang dari 90 detik di Stavanger. Dua momen itu jadi bahan bakar amukan Bayern di kandang sendiri.
Harry Kane sudah menguji kiper Maarten Vandevoordt sejak detik-detik awal. Namun kebobolan baru benar-benar datang di menit ke-12. Díaz menerima umpan Joshua Kimmich, menembus jantung pertahanan Leipzig, dan membawa Bayern unggul.
Menjelang setengah jam, Díaz berperan sebagai kreator. Umpan manisnya diselesaikan Aleksandar Pavlovic untuk gol kedua. Sebelumnya, sebuah serangan kolektif indah berujung umpan Kane yang dieksekusi Michael Olise dengan sempurna.
Gol Pavlovic lahir dari skema yang rapi. Kane mengarahkan bola ke kiri dari posisi quarterback, sekitar 10 hingga 15 meter di depan kotak penalti sendiri, sebelum aliran bola berakhir di kaki Pavlovic.
Di babak kedua, Díaz benar-benar mengambil alih panggung. Menerima umpan Kane, ia memotong ke dalam dan melepaskan tembakan melengkung ke sudut jauh. Gol ketiganya lahir dari pergerakan memutar sebelum menyelesaikan peluang dari area tengah.
Kicker menyebut laga ini sebagai "Trainingsspiel in der Allianz Arena" atau laga latihan di Allianz Arena. Andai bukan karena penampilan gagah Vandevoordt, kekalahan rekor klub Leipzig — 7-0 dari Manchester City tiga setengah tahun lalu — bakal terlewati dengan mudah.
Bagi Leipzig dan pelatihnya, Martin Demichelis, ini jadi kenyataan pahit. Media Jerman menyoroti minimnya perlawanan dari tim yang dianggap pesaing Bayern. Namun ada pula pengakuan bahwa Bayern memang sedang berada di level terbaiknya.
Vincent Kompany nyaris tidak bergerak dari kursi cadangan sepanjang laga. Direktur olahraga Max Eberl, yang menggantikan sang pelatih di konferensi pers, menjelaskan Kompany sedang sakit dan mengalami masalah pinggul yang membuatnya sulit berpindah dari ruang ganti ke pinggir lapangan.
Kemenangan ini sekaligus jadi pembalasan atas rentetan frustrasi Bayern. Mulai dari kebutuhan membela Manuel Neuer setelah kesalahannya di Augsburg, banyaknya peluang terbuang, hingga kartu merah Olise saat melawan Viking di tengah pekan.
Versi Díaz seperti ini akan sangat dibutuhkan Bayern saat menghadapi Arsenal, terlebih Olise absen karena sanksi. Eberl menyebut timnya masih menyimpan memori kekalahan 3-1 dari Arsenal di Emirates Stadium 11 bulan lalu.
"Kami punya memori tentang laga itu, dan kami ingin menerjemahkan memori itu menjadi energi Rabu ini," kata Eberl.
Kimmich menegaskan nilai Díaz bagi tim. Menurutnya, winger Kolombia itu paling mungkin melakukan pergerakan di belakang pertahanan lawan, melebihi Kane, Olise, maupun para gelandang Bayern.
"Dia menorehkan angka luar biasa untuk kami musim lalu," ujar Kimmich, merujuk 22 gol dan 17 assist Díaz di Bundesliga dan Liga Champions musim sebelumnya.