Kapolda dan Wakapolda Jambi Turun Atur Lalu Lintas di Simpang Adipura dan Bukit Baling Saat Jam Sibuk Pagi

Penulis: Rizal Hamdani  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 11:31:01 WIB
Kapolda Jambi Irjen Pol Widodo mengatur lalu lintas di Simpang Adipura saat jam sibuk pagi.

JAMBI — Sejumlah titik persimpangan di Kota Jambi menjadi sasaran pengaturan arus oleh jajaran Polda Jambi pada Senin pagi. Selain dua pimpinan utama, para Pejabat Utama Polda Jambi dikerahkan ke sejumlah titik strategis lain di kota tersebut. Pola penempatan ini menempatkan pimpinan pada posisi yang bersinggungan langsung dengan pengendara, bukan hanya mengawasi dari belakang meja.

Siapa Berada di Titik Mana

Kapolda Jambi Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H. mengambil posisi di Simpang Adipura. Wakapolda Jambi Brigjen Pol K. Yani Sudarto berdiri di Simpang Bukit Baling. Sementara para Pejabat Utama Polda Jambi mengisi titik-titik lain yang dinilai membutuhkan kehadiran petugas.

Pembagian lokasi itu membuat pengaturan lalu lintas pagi tidak bertumpu pada satu personel. Personel kepolisian yang bertugas membantu mengatur pergerakan kendaraan, mengurai kepadatan, dan memastikan aktivitas warga berjalan aman serta tertib.

Alasan Memilih Jam Sibuk Pagi

Polda Jambi menyebut pengaturan dilakukan pada jam sibuk pagi karena pada rentang waktu itulah kepadatan kendaraan memuncak. Kegiatan ini juga diposisikan sebagai bentuk keteladanan pimpinan bagi seluruh jajaran.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan pesan Kapolda bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus berbentuk tindakan nyata. Manfaatnya, menurut dia, mesti bisa dirasakan langsung oleh warga.

"Polri harus selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui pelayanan langsung yang membantu aktivitas masyarakat sehari-hari. Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan dengan kerja nyata, keteladanan, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat," ujar Erlan menyampaikan pesan Kapolda Jambi.

Tekanan pada Kedisiplinan Personel

Keterlibatan pimpinan di lapangan, menurut Erlan, dimaksudkan sebagai contoh bagi seluruh personel. Personel diminta mengedepankan disiplin, tanggung jawab, serta pelayanan yang profesional dan humanis.

Kapolda juga menekankan pentingnya kedekatan antara Polri dan masyarakat. Dengan kehadiran langsung di lapangan, polisi diharapkan lebih memahami kebutuhan warga sekaligus menaikkan kepercayaan publik terhadap institusi.

"Tidak boleh ada sekat antara polisi dan masyarakat. Setiap personel, apa pun pangkat dan jabatannya, memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, sehingga masyarakat merasa aman, nyaman, dan terlindungi," tambah Erlan.

Rencana Keberlanjutan di Titik Rawan Macet

Polda Jambi menyatakan pengaturan lalu lintas oleh pimpinan dan Pejabat Utama akan dilanjutkan secara berkelanjutan. Prioritasnya adalah titik-titik rawan kepadatan kendaraan dan persimpangan yang membutuhkan kehadiran petugas.

Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya kepemimpinan yang memberi teladan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Polda Jambi juga menargetkan sinergi yang lebih erat antara Polri dan masyarakat Provinsi Jambi.

"Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan mengedepankan pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis, Polda Jambi terus berupaya mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Provinsi Jambi," pungkas Kabid Humas.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: bitnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top