Googlebook Dinilai Belum Layak Dibeli Saat Harga Laptop Melonjak

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:36:31 WIB
Googlebook hadir dengan harga sekitar 1.000 dolar AS di tengah lonjakan harga laptop global.

JAMBI — Googlebook hadir sebagai platform laptop baru dengan banderol sekitar 1.000 dolar AS, tetapi pengamat menilai waktu peluncurannya kurang tepat. Di tengah lonjakan harga komponen dan laptop, perangkat ini dianggap menawarkan fungsionalitas lebih rendah dibanding Windows maupun MacBook di rentang harga serupa. Keraguan itu muncul saat pengguna diminta merogoh kocek besar untuk platform yang masih minim aplikasi.

Kritik terhadap Googlebook bukan soal platformnya semata, melainkan soal momentum peluncuran yang dinilai merugikan konsumen. Platform ini menempati ruang pasar yang nyaris identik dengan Chromebook, bukan bersaing langsung dengan Windows dan macOS. Kesenjangan aplikasi yang jadi masalah lama Chromebook belum juga teratasi.

Posisi Googlebook di Pasar Laptop

Googlebook belum mampu membangun ekosistem yang membuat pengguna bisa lepas dari ketergantungan pada platform dominan. Windows dan macOS sudah membangun ekosistem mendalam selama puluhan tahun, sesuatu yang belum bisa disamai Googlebook. Jika Chromebook dulu tidak cocok untuk Anda, Googlebook juga kemungkinan besar tidak.

Alasan Harga Jadi Penghalang Utama

Googlebook dipasarkan dengan harga sekitar 1.000 dolar AS, sementara varian HP Googlebook 14 disebut menembus 1.200 dolar AS. Pada rentang harga itu, pengguna sebenarnya bisa membeli laptop Windows atau bahkan MacBook dengan harga sama atau lebih murah. Pengamat menilai tidak ada alasan membayar lebih untuk fungsionalitas yang lebih terbatas.

Kondisi pasar memperparah persoalan. Lonjakan harga komponen yang dipicu kebutuhan komputasi AI membuat harga laptop terus naik, dan tren ini belum menunjukkan tanda melambat. Konsumen menanggung beban kenaikan tersebut secara langsung.

Risiko Membeli Terlalu Dini

Googlebook adalah platform baru, dan membelinya sekarang berarti ikut menguji produk yang belum matang. Skenario yang dikhawatirkan: pengguna membeli karena kebutuhan saat ini terpenuhi, lalu enam bulan kemudian pekerjaan, hobi, atau kebutuhan teknologi berubah. Keterbatasan Googlebook hari ini tidak akan selesai dalam enam bulan ke depan.

Dengan harga setara atau lebih mahal dari laptop mapan, pengguna dinilai lebih rasional memilih perangkat yang sudah terbukti. Platform baru biasanya butuh waktu untuk menutup celah aplikasi dan fitur. Membeli sekarang berarti menanggung risiko itu sendiri.

Konteks Harga Laptop Global

Kenaikan harga laptop tidak lepas dari persaingan kapasitas komputasi untuk layanan AI. Permintaan chip dan memori melonjak, dan biaya itu merembet ke harga perangkat konsumen. Dalam kondisi seperti ini, peluncuran platform baru dengan harga premium menghadapi tantangan berat.

Googlebook sendiri masih dalam tahap awal adopsi, dan belum ada tanda platform ini akan menyelesaikan keterbatasannya dalam waktu dekat. Bagi pengguna di Indonesia, perangkat ini juga belum tentu tersedia resmi, sehingga pilihan laptop Windows dan MacBook tetap lebih praktis.

Keputusan membeli tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna. Namun untuk saat ini, menunda pembelian Googlebook dinilai sebagai langkah paling aman di tengah tekanan harga laptop global.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top