Wabup Merangin Evaluasi Belanja 40 OPD, Minta Program APBD 2026 Tuntas Sebelum Akhir Tahun

Penulis: Faisal Zuber  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:31:01 WIB
Wakil Bupati Merangin Khafidh memimpin evaluasi belanja 40 OPD di lingkungan Pemkab Merangin.

MERANGIN — Penilaian itu mencakup dua sisi sekaligus: perkembangan fisik kegiatan di lapangan dan realisasi keuangan tiap perangkat daerah. Khafidh meminta setiap OPD memaparkan capaian maupun hambatan yang dihadapi secara terbuka, bukan hanya melaporkan angka serapan anggaran.

Permintaan itu disampaikan Khafidh dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Jumat (16/10/2026). Menurutnya, keterbukaan menjadi kunci agar persoalan di lapangan bisa segera dicarikan jalan keluar.

Apresiasi untuk OPD Berkinerja Baik, Solusi untuk yang Terhambat

Khafidh menyatakan pemerintah daerah tidak hanya menyoroti instansi yang tertinggal. OPD dengan kinerja dan pencapaian baik akan mendapat apresiasi sebagai bentuk pengakuan atas kerja yang sudah berjalan sesuai target.

"Saya minta seluruh OPD menyampaikan secara transparan apa saja capaian yang telah diraih dan kendala yang dihadapi. Bagi OPD dengan kinerja dan pencapaian yang baik, tentu akan ada apresiasi," kata Khafidh.

Sebaliknya, instansi yang menghadapi hambatan diminta tidak menutupi persoalan. Khafidh menilai evaluasi menjadi forum yang tepat untuk membedah penyebab program belum mencapai target, lalu menyusun langkah percepatan bersama.

Triwulan IV Jadi Titik Kritis Penyelesaian Program

Memasuki Triwulan IV, ruang gerak pelaksanaan kegiatan semakin sempit. Khafidh meminta seluruh OPD mengoptimalkan sisa waktu yang ada agar kegiatan yang telah direncanakan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.

"Evaluasi ini juga menjadi kesempatan bagi kita pemerintah daerah untuk mengidentifikasi hambatan administratif maupun teknis yang berpotensi menghambat penyelesaian kegiatan. Jadi ini benar-benar harus berjalan baik dan target bisa dipercepat," ujarnya.

Persoalan administratif dan teknis disebut sebagai dua sumber utama keterlambatan yang paling sering muncul dalam pelaksanaan belanja daerah. Karena itu, keduanya diminta dipetakan sejak sekarang, bukan menunggu Desember.

Koordinasi Antarlembaga Diminta Diperkuat

Khafidh menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga agar pelaksanaan program pembangunan tidak tersendat hingga akhir tahun anggaran. Pemkab Merangin berharap seluruh program yang bersumber dari belanja langsung APBD 2026 selesai optimal, tepat sasaran, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

"Seluruh OPD harus bekerja maksimal, menyelesaikan program sesuai target, dan memastikan anggaran yang digunakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutupnya.

Hasil evaluasi ini menjadi dasar bagi Pemkab Merangin untuk menentukan bentuk penilaian ke depan terhadap kinerja perangkat daerah di sisa periode anggaran.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top